Posting Terbaru
Latest Post

PERPUTARAN UANG DI SEKTOR LOGISTIK DIPERKIRAKAN RP.2.433T

Pelaku usaha jasa kurir dan logistik harus segera menyusun strategi dengan pebisnis e-commerce menghadapi kenaikan pangsa pasar e-commerce sekitar US$130 juta sampai 2020 yang berimbas pada peningkatan pasar logistik mencapai Rp2.433 triliun.

Syarifuddin, Direktur Eksekutif DPP Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) menyatakan sesuai data dari Frost and Sullivan, terkait Proyeksi Pasar Transportasi dan Logistik Indonesia pada 2011-2016 pasar logistik di Indonesia akan melesat.

“Diproyeksikan sampai 2016, [perputaran uang di pasar logistik] sekitar Rp2.443 triliun. Ini mencakup pengiriman e-commerce, ekspres, dan paket logistik,” kata Syarifuddin di Hotel Mulia, Rabu (2/11/2016).

Dia menyebutkan antarpelaku usaha harus menciptakan koneksi agar memudahkan industri logistik semakin maju. Oleh sebab itu dibutuhkan platform yang mampu memayungi semua jasa industri terkait dalam e-commerce.

Budhi Wibawa, CEO CBNCloud, menyatakan tingginya persaingan industri e-commerce akan memberikan stimulus untuk mengakomodasi keperluan pelaku usaha. Oleh sebab itu, CBNCloud akan mendemonstrasikan kapasitas cloud infrastructure untuk menunjang bisnis e-commerce.

“Kami berharap klien kami dapat mengakui kelebihan CBNCloud untuk industri platform e-commerce mereka,” jelas Budhi.

Chief Executive Officer SingEx Holdings Aloysius Arlando menyatakan perkembangan pasar e-commerce dan jasa logistik membutuhkan sebuah end-to-end solution. Dia berharap, antarpelaku usaha bisa melakukan aktivitas business matching dan bekerja sama menyusun pola bisnis yang ideal.

“Kami mengantisipasi dengan pertumbuhan populasi kelas menengah di Indonesia, pesatnya penetrasi dalam belanja online dan antisipasi dalam perubahan perundang-undangan yang mempercepat perkembangan dalam pembangunan industri e-commerce,” tuturnya.

Editor : Yusuf Waluyo Jati - Bisnis.com


ALFI DUGA KENAIKAN TARIF MENYIMPANG

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia menduga ada persaingan usaha tidak sehat untuk jasa penanganan kargo di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng. Wakil Ketua Umum Angkutan Udara Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta Arman Yahya mengatakan dugaan itu menyusul keputusan penaikan tarif dasar sewa gudang yang dilakukan beberapa perusahaan yang juga memicu lonjakan biaya logistik.

Menurutnya, kenaikan tarif dasar sewa gudang di Soekarno- Hatta per 2 Oktober 2016 juga melanggar undang-undang. “Seharusnya kenaikan tarif itu tidak seragam di antara perusahaan. Artinya, ini ada kartel, ada monopoli, dan kalau sewa gudang itu tidak dibayar sesuai dengan tarif yang baru, maka barang akan ditahan,” ujarnya di Jakarta, Minggu (2/10).

Sedikitnya sebanyak dua operator kargo di Soekarno-Hatta menaikkan tarif dasar sewa gedung, dan mulai berlaku 2 Okto- ber 2016. Kedua operator tersebut adalah PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) Tbk. dan PT Unex Inti Indonesia. Jasa Angkasa menetapkan tarif dasar jasa penanganan kargo dan pos di area pergudangan 520 & 530 Soekarno-Hatta yakni kargo ekspor sebesar Rp1.165 per kg per hari, kargo impor sebesar Rp1.570 per kg per hari dan rush handling sebesar Rp2.065 per kg per hari.

Untuk PT Unex Inti Indonesia juga menetapkan tarif hampir sama dengan Jasa Angkasa yak- ni kargo domestik sebesar Rp850 per kg, kargo ekspor Rp1.160 per kg, kargo impor Rp1.575 per kg dan rush handling sebesar Rp2.050 per kg. “Ada lima gudang utama di Bandara Soekarno Hatta, dan mereka semua memakai tarif yang seragam. Kita juga ketahui, kalau ada kenaikan sewa gudang, tentunya akan diikuti juga oleh gudang-gudang yang lain,” kata Arman.

Akibat kenaikan sewa gudang secara sepihak dan hampir sera- gam, dia mengungkapkan ALFI telah melaporkan hal itu kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Ombudsman RI. Bahkan, laporan ALFI kepada KPPU dan Om budsman RI juga mendapatkan dukungan dari Asosiasi Peru sahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo). 


“Tak hanya ALFI dan Aspe rindo saja yang dirugikan. Pelaku eksportir, terutama yang mendapatkan fasilitas Kawasan Berikat dan KITE juga dirugikan dengan kenaikan tarif yang sangat mendadak ini,” tuturnya.

Wakil Ketua Umum Asperindo Budi Paryanta menuturkan kenaikan tarif sewa gudang yang dijadwalkan per 2 Oktober 2016 merupakan bentuk ketidakseriusan pemerintah menurunkan biaya logistik.

“Kami menolak kenaikan itu. Tarif sewa gudang naik, belum biaya buat pass di bandara juganaik, bahkan tarif parkir sajanaik. Ini menunjukkan pemerintah tidak komit untuk menurunkan biaya logistik,” ujarnya. 


Budi menyebutkan Asperindo sudah melakukan sejumlah pen dekatan dengan mitra kerja untuk membatalkan kenaikan tersebut antara lain dengan ope- rator Bandara Soekarno-Hatta yakni PT Angkasa Pura II. Tidak hanya itu, Asperindo juga sudah melaporkan kenaikan tarif sewa gudang tersebut kepada KPPU agar kenaikan tarif sewa gudang di lini I terse- but tidak berimbas pada kenaik- an tarif sewa gudang di lini II.

“Jadi internal kita lakukan diskusi sampai dengan aksi kita apa nih. Kalau dengan KPPU dan sejenisnya, Ombsudman juga, kita sudah tahu kapasitas mereka. Mereka memang tidak dalam rangka menegur hanya memberikan rekomendasi.”

KENDALA BIROKRASI



Dikonfirmasi terkait itu, Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf belum mau berkomentar. Sementara itu, Corporate Secretary & Legal PT JAS Yoyok Priyowiwoho memilih untuk tidak menanggapi laporan ALFI dan Asperindo. “Sepertinya saya tidak dalam posisi untuk menanggapi. Namun, setahu saya, tidak semua operator itu menaik kan tarif jasa,” jelasnya.

Arman juga menjelaskan laporan kepada KPPU ternyata terkendala karena harus melewati terlebih dahulu prosedur yang berbelit-belit. Menurutnya, prosedur yang berbelit-belit tersebut tidak se suai dengan harapan para pelaku usaha yang menginginkan KPPU untuk dapat bekerja lebih cepat. Apalagi, tarif sewa gudang mulai berjalan pada 2 Oktober 2016. “Kami agak kecewa saja. ALFI sudah lama didirikan, tetapi ternyata masih dianggap anak baru. Padahal, kami sudah berikan dokumen dan data, tetapi malah harus dilaporkan sesuai prosedur terlebih dahulu,” katanya

Editor : Mia Chitra Dinisari - bisnis.com


KENAIKAN TARIF SEWA GUDANG, MEMBUAT BIAYA LOGISTIK MAHAL

Sejumlah operator penanganan kargo di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng akan menaikkan tarif sewa gudang hingga 25% mulai 2 Oktober 2016, menyusul beban operasional penanganan kargo yang meningkat.

Corporate Secretary & Legal PT Jasa Angkasa Semesta Tbk. (JASS) Yoyok Priyowiwoho mengatakan, kenaikan tarif sewa gudang telah disampaikan kepada sekitar 120 pelanggan sejak dua pekan yang lalu.

“Betul, pada 2 Oktober 2016 nanti, kami mulai menyesuaikan tarif baru untuk sewa gudang dengan kenaikan sekitar 25%, mengingat biaya operasional perseroan saat ini juga terus meningkat,” katanya di Jakarta, Kamis (29/9/2016).

Yoyok mengungkapkan, bahwa beban operasional perseroan sejak 2014 hingga 2016 telah mencatatkan kenaikan sekitar 30%-40%. Oleh karena itu, dia menilai kenaikan tarif cukup beralasan, dan bisa diterima para pengguna jasa kargo.

Dikatakan, penyesuaian tarif jasa penanganan kargo tersebut sesuai dengan ketentuan dari pemerintah selaku regulator. Menurutnya, operator penanganan kargo diperbolehkan menyesuaikan tarif jasa sebanyak satu kali dalam dua tahun.

“Terakhir itu penyesuaian tarif dilakukan pada Oktober 2014. Nah, sejak itu, biaya operasional kami terus meningkat, seperti UMR, listrik, hingga jasa-jasa kebandarudaraan yang harus dibayarkan kepada pemilik gudang,” tuturnya.

Dalam surat edarannya, Jasa Angkasa menetapkan tarif dasar jasa penanganan kargo dan pos di area pergudangan 520 & 530 Soekarno-Hatta a.l. kargo eskpor sebesar Rp1.165/kg/hari, kargo impor sebesar Rp1.570/kg/hari dan rush handling sebesar Rp2.065/kg/hari.

Sepihak dan Tidak ada Tenggang Waktu

Selain Jasa Angkasa, PT Unex Inti Indonesia juga melakukan penyesuaian tarif mulai 2 Oktober 2016. Tarif yang disesuaikan tersebut antara lain kargo domestik sebesar Rp850/kg, kargo ekspor Rp1.160/kg, kargo impor Rp1.575/kg dan rush handling sebesar Rp2.050/kg.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Angkutan Udara Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta Arman Yahya mengatakan, rencana kenaikan tarif tersebut dilakukan secara sepihak.

“ALFI dan ASPERINDO yang bekerja di daerah pergudangan Soekarno Hatta tidak pernah diajak diskusi dan konsultasi,” ujarnya.

Arman mengungkapkan kenaikan gudang secara mendadak tersebut sangat merugikan para pelaku usaha terutama yang berkaitan dengan logistik antara lain seperti eksportir, air cargo agent hingga pelaku jasa pengiriman barang.

“Ekspotir dirugikan karena pemberitahuan mendadak, dan tidak masuk dalam perhitungan dagang mereka. Lalu, ALFI–Air Cargo Agents juga dirugikan karena biaya operasional besar dan tidak mendapatkan keuntungan dari biaya yang dikeluarkan,” katanya.

Tak hanya itu, sambung Arman, pelaku usaha yang tergabung dalam ASPERINDO juga dirugikan karena tidak bisa melakukan penyesuaian tarif pengiriman barang karena waktu yang diberikan terlalu singkat.

Pengumuman penyesuaian tarif baru dari Jasa Angkasa disampaikan pada 20 September 2016. Sementara itu, Unex Inti Indonesia mengumumkan penyesuaian tarif pada 28 September 2016.

“Seharusnya ada waktu tenggang paling tidak tiga bulan, dan saya kira kenaikan tarif hingga 25% ini juga bakal membuat biaya logistik menjadi mahal, dan kita kalah bersaing dengan negara-negara Asean lainnya,” tuturnya.


Sumber: Bisniscom

GARUDA INDONESIA KEMBALI LAYANI RUTE SINGAPURA - MEDAN



Dukungan BUMN untuk membangun pariwisata semakin konkret. Selasa (14/6), Menteri Pariwisata Arief Yahya melepas penerbangan perdana Garuda Indonesia dari Changi Airport Singapore ke Bandara Kualanamu, Medan.

Rute Singapura-Kualanamu merupakan rute lama, yang pernah diterbangi Garuda Indonesia pada 2002. "Setelah 14 tahun stop, kali ini Garuda kembali terbang dari Singapore-Medan PP, 7 kali seminggu,” ungkap Arief Yahya di Changi Airport.

Penerbangan Singapura-Medan diharapkan bisa mendukung pariwisata Danau Toba, Sumatra Utara, yang sudah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai satu dari 10 Bali Baru, atau destinasi prioritas di Indonesia.

Sebelumnya, Garuda membuka jalur penerbangan Jakarta-Silangit, untuk mengakses Toba sekaligus menjaring wisnus yang saat ini load factornya sudah mencapai 70%. Kini giliran Singapore-Kualanamu, sebagai jembatan udara dari hub Singapura menuju destinasi di Sumut itu.

“Singapura kami tempatkan sebagai hub transportasi internasional, sekaligus hub pariwisata bagi Indonesia. Singapore punya 1,5 juta ekspatriat dan 15,5 juta wisatawan dari berbagai belahan dunia. 

Tahun 2015, wisman atau inbound terbesar ke Indonesia adalah Singapore, yakni 1,57 juta turis Singapura. Itu naik 3,47% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, 2014. Yang masuk melalui Medan, baru 12.762 orang,” ungkap Arief Yahya, yang didampingi CEO PT Garuda Indonesia Arif Wibowo, Dubes RI untuk Singapore, I Gde Ngurah Swajaya dan Senior Advisor of Changi Airport Group, Woong Woon Liong. (RO/OL-2)

Sumber : Media Indonesia

MEBANGUN MASKAPAI LAYAKNYA MEMBANGUN GEDUNG

Sederhana dan rendah hati ialah dua kesan yang muncul begitu berkenalan dengan sosok Albert Burhan.

Siapa yang menyangka, sosok itu merupakan bos besar anak perusahaan penerbangan Garuda Indonesia, PT Citilink Indonesia, sejak 16 Februari 2015 lalu.

Albert mengaku, ia sendiri sebetulnya tidak pernah bermimpi untuk bisa duduk sebagai pucuk pimpinan Citilink, terutama bila melihat latar belakang pendidikannya, yaitu S-1 teknik sipil dan MBA Institut Teknologi Bandung (ITB).

Namun, pria kelahiran Bandung pada 1967 itu mengakui sebagai lulusan S-1 teknik sipil ITB di bidang transportasi, ia memahami bagaimana membangun suatu bandara, terminal, dan sistem transportasi satu moda dengan moda lainnya.

Meski tidak memiliki pengetahuan dasar dalam industri penerbangan dari bangku kuliah, ayah dua anak itu mengaku latar belakang pendidikannya yang membuat dirinya bisa seperti sekarang, terutama dalam hal ilmu struktur dan logika berpikir.

"Alur pemikiran logika yang diperoleh di teknik sipil itu yang membantu saya. Bahkan, setelah lulus MBA dan kemudian bekerja di Garuda, logika berpikir itu masih bisa masuk dan terpakai selama bekerja di Garuda," tutur Albert saat ditemui di kantornya di Jakarta, Selasa (5/4).

Menurutnya, membangun maskapai itu layaknya membangun gedung, selangkah demi selangkah hingga akhirnya gedung itu terbangun sempurna.

IBARAT CANDU.

Awal perkenalan dirinya dengan dunia penerbangan terjadi saat ia menulis tesis tentang penerbangan sehingga harus bolak-balik ke Garuda Indonesia.

Hal itu menjadi pintu masuk dirinya ke dunia industri maskapai penerbangan nasional.

Dirinya bercerita tawaran bergabung ke perusahaan sebesar Garuda Indonesia tanpa tes membuat dirinya tertarik.

Saat itu Garuda Indonesia memang sedang membutuhkan darah muda untuk menyegarkan perusahaan dengan ide-ide dan pemikiran yang out of the box.

"Karena masih muda kemudian di bujuk rayu seperti tipu-tipu marketing oleh VP corporate planing-nya membuat saya berminat bergabung ke Garuda, siap pak jawab saya ketika itu," kenang dirinya sambil tertawa.

Albert mulai bergabung dengan Garuda Indonesia pada 1995 hingga 2012 sebelum akhirnya dirinya ditarik sebagai tim utama yang membangun Citilink.

Terhitung, dalam 17 tahun kariernya, dirinya sudah menempati berbagai posisi di Garuda Indonesia.

"Saya mulai karier di Garuda itu dari posisi bawah, dari staf, kemudian menjadi manager trip planing, sempat manager marketing, manager operation, senior manager operation, senior manager cash management, hingga akhirnya vice president treasury. Jadi, posisinya saya sendiri sudah mengenyam dari banyak posisi, kayaknya tinggal mekanik pesawat saja yang belum," jelas dirinya sambil tertawa lebar.

Ia merasa tertantang dengan dinamika industri penerbangan yang sangat kompleks dan menantang.

Industri itu memiliki kompleksitas pekerjaan yang jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan sektor lain.

"Di airline itu bisa mendapat 2% profit margin itu saja sudah bagus. Jadi, lebih baik ditaruh di deposit daripada di maskapai," ujar Albert.

Ia bahkan menyebut tantangan di dunia maskapai penerbangan itu ibarat candu yang membuat ketagihan, seperti yang diungkapkan Dirut Garuda dahulu, Emirsyah Satar.

"Jadi, begitu masuk dan tahu seberapa susahnya, tapi juga tahu enaknya, seseorang sulit keluar dari industri airline," kenang dirinya sambil bercanda.

SURAT PERINGATAN

Albert rupanya memiliki segudang pengalaman yang menarik selama dirinya bekerja di Garuda Indonesia.

Namun, salah satu pengalaman menariknya ialah ketika dirinya nyaris didepak dari Garuda karena berambut gondrong.

"Dulu pada saat saya awal masuk Garuda rambut saya memang sempat gondrong, tetapi kemudian insaf. Nah setelah 5 tahun kemudian saya gondrong lagi hingga sampai mendapat surat peringatan (SP) I dan SP II dari pihak Garuda. Mungkin karena saat itu saya sudah menduduki jabatan jadi tidak boleh gondrong, akhirnya saya pangkas lagi," cerita Albert sambil terkekeh.

Selama bekerja di Garuda, Albert mengaku bekerja seperti menikmati hobi.

Pekerjaannya di Garuda memungkinkan dirinya dapat terbang dan pergi ke berbagai tempat dan negara meski hanya sekadar rapat biasa.

"Dulu ketika masa-masa jahiliah, sekitar 1995 hingga 2000, setiap kali ada ajakan untuk rapat lokasi rapatnya selalu di luar negeri, seperti London atau Tokyo atau kota kota lainnya," katanya seraya mengaku hal itu bukan budaya yang benar.

Rebranding Citilink

Kariernya di Garuda Indonesia harus terhenti pada akhir 2012 karena adanya keinginan BUMN penerbangan itu untuk mengembangkan maskapai Citilink secara lebih serius.

Saat itu market share dari Garuda tergerogoti oleh berbagai maskapai low cost carrier (LCC).

Albert mengungkapkan Citilink sebetulnya sudah didirikan sejak 2001 sebagai anak usaha Garuda, berbarengan dengan berdirinya Lion Air.

Namun, Citilink tidak dikelola dengan baik dengan berbagai masalah penerbangan dan juga pesawatnya yang sudah tua.

"Setelah 11 tahun Citilink hanya memiliki dua pesawat, sedangkan Lion air itu sudah memiliki banyak pesawat dan mendominasi pasar LCC. Garuda akhirnya sadar market share-nya tergerogoti oleh maskapai LCC sehingga diputuskan untuk menyeriuskan Citilink," kenang Albert.

Garuda memutuskan menarik tiga SDM terbaik mereka sebagai inti rebranding Citilink, direktur komersial garuda, direktur teknik garuda, dan Albert dari VP treasury.

Tugas itu dipandang berat karena saat itu Lion Air sebagai market leader-nya sudah sangat kuat dengan market share mencapai 40%-50%.

Belum lagi persoalan branding Citilink yang masih harus dibangun ulang.

Namun, perlahan tapi pasti Citilink mampu menunjukkan perkembangan secara bertahap meski dimulai dari titik nol hingga saat ini telah memiliki 36 pesawat Airbus A320.

Bahkan, Albert mengungkapkan Citilink mampu membukukan keuntungan hanya dalam 3 tahun atau di atas rata-rata industri yang membutuhkan waktu hingga 7 tahun.

Kini, dirinya sudah menduduki posisi sebagai CEO dari Citilink menggantikan Arif Wibowo yang diangkat menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia.

Albert berharap bisa terus memajukan Citilink ke level berikutnya. Dirinya berencana untuk meng-IPO kan Citilink beberapa tahun ke depan.

Namun, sebelum itu, ia ingin meningkatkan market share Citilink hingga 25% dalam tiga tahun.

Restu calon mertua

Selain karena alasan profesional, Albert mengaku keinginannya bekerja di Garuda merupakan salah satu strategi untuk memperoleh restu dari mertua.

Albert sendiri mengaku menikahi istrinya setelah dirinya sudah mapan dan bekerja di Garuda.

"Intinya dulu cari kerjaan untuk mertua yang pekerjaannya yang gaji besar dan kantoran. Sempat berpikir untuk ke perbankan, tetapi situasi ekonomi 1995 sedang tidak bagus," kenang dirinya sambil tertawa kecil.

Saat berbicara mengenai cita-cita, Albert mengungkapkan keinginannya untuk dapat melakukan travelling selama setahun penuh bila memang kariernya dirasa sudah cukup di penerbangan.

Albert berencana untuk menyusuri Eropa dan mengunjungi berbagai tempat.

"Saya mau jalan-jalan selama setahun penuh, tetapi itu sesuatu yang harus saya lakukan sebelum saya menjadi tua sekali, sebab kalau sudah tua sekali naik tangga saja bisa susah, termasuk juga naik haji nantinya," ungkap dirinya sambil tersenyum. (E-3)

Sumber : Media Indonesia.

PELAYANAN BANDARA SAM RATULANGI TERUS DITINGKATKAN



Pelayanan Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara terus ditingkatkan. Berbagai pembenahan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas salah satu bandara udara terbesar di kawasan Indonesia timur tersebut.

Salah satunya dengan memperpanjang landas pacu (runway) dari 2.650 meter menjadi 2.800 meter. Selain itu, luas area terminal juga akan ditingkatkan menjadi 4.000 meter persegi. Jumlah garbarata (gerbang menuju pesawat) juga ditambah menjadi lima buah.

Airport Operations and Readiness Department Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Sugito mengatakan peningkatan fasilitas dilakukan untuk mendukung pengembangan pariwisata di Sulawesi Utara.

"Tahun ini runway Sam Ratulangi akan ditambag menjadi 2.800 meter. Runway yang panjang akan membuat pesawat Airbus tipe A 350 yang berkapasitas sekitar 400 penumpang bisa mendarat. Ini pasti akan berdampak pada peningkatan jumlah penerbangan domestik maupun internasional,” ungkap Sugito, Rabu (27/4).

Selain itu, jelas Sugito, untuk makin memberikan kenyamanan kepada para penumpang, pada 2016 Bandara Sam Ratulangi juga akan diperluas. Akan ada perluasan ke arah cargo. Interiorpun akan dipercantik dengan rancangan yang disesuaikan dengan nuansa khas Sulawesi Utara.

"Rencana perluasan bandara masih ada di master plan. Masih dikaji. Tapi prinsipnya memberi kenyamanan pada wisatawan. Kita akan bangun di lantai satu dan dua, serta pemanfaatan lantai tiga untuk lounge,” ujarnya.

Bila ini terealisasi, Sugito yakin, Sulawesi Utara akan semakin popular di mata wisman. Hal yang sangat wajar mengingat Sulwesi Utara punya akses, atraksi, serta amenitas (dukungan fasilitas) wisata yang bagus.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sulawesi Utara Happy Korah mengatakan Bandara Sam Ratulangi merupakan gerbang utama wisata Sulawesi Utara.

"Inilah pintu masuk wisatawan yang ingin berwisata ke Bunaken, Bukit Kasih Kanonang, Pulau Siladen, Bukit Doa Tomohon, Danau Linow, Pulau Lihaga, Waruga, Pantai Lakban, Gunung Api Mahangetang hingga Taman Nasional Tangkoko," jelasnya. (RO/OL-2)

Sumber : Media Indonesia.
 
Support : Creating Website | Mantika Template | Fans Page
Copyright © 2011. PT Rush Cargo Nusantara - All Rights Reserved
Template Created by BDSL Group Published by BDSLcom Template
Proudly powered by Blogger