Posting Terbaru
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Garuda Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Garuda Indonesia. Tampilkan semua postingan

DUKUNG PARIWISATA, GARUDA RESMIKAN RUTE JAKARTA - SILANGIT



Garuda Indonesia hari Selasa (22/03) secara resmi melayani rute penerbangan baru Jakarta – Silangit pp. Selain untuk memperkuat jaringan penerbangannya di domestik, khususnya memperkuat konektivitas jaringan penerbangan di wilayah barat Indonesia, penerbangan baru ini juga sekaligus sebagai bentuk tindak lanjut Garuda Indonesia atas Rapat Terbatas Percepatan Kawasan Danau Toba yang dipimpin oleh Presiden RI pada awal Maret lalu.

Peresmian penerbangan tersebut dilaksanakan secara simbolis oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, M. Arif Wibowo di Gate F7 Terminal 2, Bandara Internasional Soekarno Hatta. Turut hadir dan ikut serta dalam penerbangan perdana tersebut perwakilan dari Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Pariwisata.

Penerbangan Jakarta-Silangit pp melalui Pinangsori dilayani dengan menggunakan GA 268, berangkat dari Jakarta pukul 08.50 WIB dan tiba di Bandara Bandara Silangit pada pukul 10.50 WIB, dan berangkat dari Silangit menuju Pinangsori pada pukul 11.30 WIB dan tiba di Pinangsori pukul 11.55 WIB. Sementara itu GA 269 berangkat dari Pinangsori langsung menuju Jakarta pada pukul 12.35 WIB dan tiba di Jakarta pada pukul 14.40 WIB. Penerbangan ini dilayani sebanyak tiga kali dalam seminggu, yaitu setiap hari Selasa, Jumat dan Minggu dengan menggunakan menggunakan pesawat jenis CRJ-1000 dengan kapasitas sebanyak 96 penumpang (semua kelas ekonomi).

“Pembukaan rute ini juga merupakan bagian dari komitmen Garuda Indonesia untuk mendukung program-program pemerintah dalam meningkatkan konektivitas antar pulau dan kota khususnya dalam memajukan pariwisata. Layanan ini diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan pariwisata serta ekonomi nasional melalui akses menuju destinasi-destinasi baru.”, ujar Arif.

Sejalan dengan upaya Garuda untuk terus mengembangkan dan memperkuat jaringan penerbangannya di pasar domestik khususnya ke wilayah-wilayah yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dan tujuan wisata di remote area di Indonesia, maka sejak akhir 2013 lalu, Garuda Indonesia telah memperkenalkan sub-brand Explore dan Explore Jet, yaitu pesawat ATR72-600 dan Bombardier CRJ1000 NextGen yang mampu melayani rute-rute penerbangan ke wilayah-wilayah di Barat dan Timur Indonesia yang memiliki keterbatasan landasan.


Sumber : runway-aviation

JULIANDRA NURTJAHJO DIANGKAT JADI DRIREKTUR BARU GMF



Garuda Indonesia pekan lalu mengumumkan pengangkatan Juliandra Nurtjahjo sebagai Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMF), anak usaha Garuda Indonesia yang bergerak di bidang pemeliharaan dan perbaikan pesawat terpadu termasuk layanan perbaikan mesin dan komponen pesawat. Juliandra Nurtjahjo menggantikan Richard Budihadianto yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama GMF sejak tahun 2007.

Dalam sambutannya, Juliandra mengatakan GMF saat ini melakukan penajaman strategi jangka panjang perusahaan tahun 2016 – 2020 dan berkomitmen untuk mencapai target USD 1 Milyar di tahun 2018, dua tahun lebih cepat dari rencana semula. “Di dalam accelerate roadmap ini, pada tahun 2020 pendapatan GMF diproyeksikan sebesar USD 1,6 Milyar atau setara dengan kenaikan 335% dari tahun 2016” kata Juliandra.

Untuk mencapai target pendapatan di atas, strategi GMF secara besar dibagi dua yaitu organic growth dan inorganic growth. Pertumbuhan organik akan dilakukan melalui pengembangan kapabilitas, optimasi dan ekspansi kapasitas, kerjasama strategis dan pengembangan bisnis baru termasuk di dalamnya masuk ke bisnis General Aviation. Untuk itu, GMF akan memperkuat portfolio bisnisnya di komponen dan engine, selain mempertahankanperformansi bisnis airframe, dan juga mempercepat implementasi milestone perusahaan yang akan berdampak signifikan terhadap pencapaian target pendapatan.

“Kedepannya GMF akan memiliki fasilitas perawatan pesawat di Indonesia Timur untuk mendukung General Avaiation dan footprint di Eropa, Asia Timur dan Timur Tengah untuk menggarap pasar internasional” kata Juliandra.

Saat ini, menurut Juliandra kekuatan bisnis GMF saat ini ditunjang dengan keberadaan empat hangar GMF dimana salah satunya yaitu Hangar 4 merupakan hangar pesawat narrow body terbesar di dunia. “Di tengah pesatnya pertumbuhan dan perkembangan industri penerbangan nasional maupun global, GMF bercita-cita mengurangi ketergantungan pemeliharaan pesawat maskapai nasional di luar negeri. Dengan berbagai fasilitas yang ditunjang dengan ribuan tenaga terampil yang ada, GMF yakin dapat memberikan dukungan yang optimal bagi maskapai domestik maupun internasional dalam memenuhi standar keselamatan penerbangan global dan kemudahan memperoleh pasokan suku cadang” kata Juliandra.

Berawal sebagai Divisi Teknik Garuda Indonesia, GMF resmi berdiri menjadi sebuah Perseroan padatahun 2002. Hingga saat ini, GMF merupakan perusahaan perawatan pesawat terbang yang terbesar di Indonesia, yang berkomitmen menciptakan lalu lintas udara yang aman dengan memberi solusi perawatan pesawat terbang yang terpadu dan handal.


Sumber : runway-aviation

TIKET AIRBUS 330-300 DIPATOK USD2.500-USD3.000

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mendatangkan pesawat anyar yang dibeli dari produsen pesawat asal Perancis, Airbus A330-300. Pesawat pertama dari empat pesawat Airbus A330-300 yang akan diterima tahun ini memiliki fasilitas super mewah, karena dilengkapi denganSuper Diamond Seat Business Class.

Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengatakan, saat ini pesawat Airbus A330-300 memiliki rute penerbangan Cengkareng-Sydney. Tiket yang ditawarkan cukup mencengangkan, calon penumpang harus merogoh kocek cukup dalam. Tiket sekali terbang, dihargai sebesar USD2.500 hingga USD3.000 atau sekitar Rp33,7 juta-Rp40,5 juta per penumpang (kurs Rp13.500 per USD).

"Harga tiket sebenarnya kita ikuti mekanisme pasar. Kalau misalkan terbang ke Australia membutuhkan waktu tujuh jam, minimal harga tiket USD2.500 untuk pergi ke penerbangan jarak menengah. Besok langsung terbang ke Sydney," jelas Arif, di Hanggar 4 GMF-Aeroasia, Cengkareng, Tangerang, Senin (1/2/2016).

Penerbangan jarak menengah ini, jelas dia, memberi penguatan persepsi dengan kualitas berkelas pada Garuda Indonesia di mata dunia. Selain Sydney-Australia, rute penerbangan jarak menengah lainnya yang akan dilalui Garuda Indonesia Airbus 330-300 ini nantinya adalah Tiongkok dan Korea Selatan.

"Jarak menengah juga termasuk Jepang, kemudian, Tiongkok dan Korea. Tapi untuk saat ini akan diterbangkan ke Sydney," jelas Arif.

Pesawat Airbus A330-300 memiliki range sejauh 15 ribu kilometer atau mencapai 12 jam terbang non-stop dengan kapasitas 287 tempat duduk. Tempat duduk penumpang itu terdiri dari 24 kelas bisnis Super Diamond Seat dengan konfigurasi tempat duduk akses all-isle (1-2-1), in-flight entertainment layar sentuh berukuran 16 inch Panasonic Ex3 yang dilengkapi dengan bed seat berukuran 24 inch dan panjang 82 inch.

Selain itu, kelas bisnis di pesawat super mewah tersebut dilengkapi dengan arm-rest, head-rest, meja makan dan lamu baca. Tak hanya itu, terdapat pula tempat tidur bayi dan tampilan mini bar layaknya hotel berbintang lima.

"Di sisi kelas ekonominya, Airbus A330-300 menghadirkan in-flight entertainmentlayar sentuh 11 inch Panasonic Ex3 yang dilengkapi dengan handset/remote, USB plug dan power outlet di setiap kursi. Selain itu, kursi di kelas ekonomi bisa direbahkan hingga empat inch dengan articulating recline dan foot-rest," tutup Arif.

Sumber : METRONEWS

TINGKAT LAYANAN, GARUDA HADIRKAN PESAWAT BARU




PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menghadirkan dua pesawat terbarunya sebagai pelaksanaan program revitalisasi armada dan peningkatan layanan. Dua pesawat tersebut adalah Airbus A330-300 dan Boeing 777-300ER.

Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo menjelaskan, pesawat Airbus A330-300 merupakan pesawat pertama dari empat pesawat Airbus A330-300 yang akan diterima pada tahun ini. Selain itu, pesawat bernomor registrasi PK-GPZ tersebut juga pesawat Indonesia pertama yang dilengkapi dengan Super Diamond Seat Business Class.

Sementara itu, pesawat Boeing 777-300ER yang bernomor registrasi PK-GIK merupakan pesawat pesanan terakhir dari sepuluh Boeing 777-300ER yang dipesan Garuda Indonesia sejak 2013.

"Ini wujud komitmen kami dalam membangun armada penerbangan yang moderen dengan memberikan pelayanan terbaik sekaligus upaya perusahaan untuk memperluas dan meningkatkan jaringan penerbangan Garuda Indonesia di wilayah Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Eropa," kata Arif, di Hanggar 4 GMF-Aeroasia, Cengkareng, Tangerang, Senin (1/2/2016).

Pesawat Airbus A330-300 memiliki range sejauh 15 ribu kilometer atau mencapai 12 jam terbang nonstop dengan kapasitas 287 tempat duduk. Tempat duduk penumpang itu terdiri dari 24 kelas bisnis Super Diamond Seat dengan konfigurasi tempat duduk akses all-isle (1-2-1), in-flight entertainment layar sentuh berukuran 16 inch Panasonic Ex3 yang dilengkapi dengan bed seat berukuran 24 inch dan panjang 82 inch.

Selain itu, kelas bisnis di pesawat super mewah tersebut dilengkapi dengan arm-rest, head-rest, meja makan dan lampu baca. Tak hanya itu, terdapat pula tempat tidur bayi dan tampilan mini bar layaknya hotel berbintang lima.

Di sisi kelas ekonominya, papar Arif, Airbus A330-300 menghadirkan in-flight entertainment layar sentuh 11 inch Panasonic Ex3 yang dilengkapi denganhandset/remote, USB plug dan power outlet di setiap kursi. Selain itu, kursi di kelas ekonomi bisa direbahkan hingga empat inch dengan articulating recline dan foot-rest.

"Sementara untuk pesawat Boeing 777-300ER memiliki kapasitas 393 tempat duduk yang terdiri dari 26 kelas bisnis dan 367 kelas ekonomi. Ini merupakan program jangka pendek kami yang berfokus pada tiga core strategis, yakni sinergi dalam grup perusahaan, efisiensi dan efektifitas, dan peningkatan layanan," pungkas Arif.

Sumber : METRONEWS
 
Support : Creating Website | Mantika Template | Fans Page
Copyright © 2011. PT Rush Cargo Nusantara - All Rights Reserved
Template Created by BDSL Group Published by BDSLcom Template
Proudly powered by Blogger