Posting Terbaru
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label AirLine. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AirLine. Tampilkan semua postingan

GARUDA INDONESIA KEMBALI LAYANI RUTE SINGAPURA - MEDAN



Dukungan BUMN untuk membangun pariwisata semakin konkret. Selasa (14/6), Menteri Pariwisata Arief Yahya melepas penerbangan perdana Garuda Indonesia dari Changi Airport Singapore ke Bandara Kualanamu, Medan.

Rute Singapura-Kualanamu merupakan rute lama, yang pernah diterbangi Garuda Indonesia pada 2002. "Setelah 14 tahun stop, kali ini Garuda kembali terbang dari Singapore-Medan PP, 7 kali seminggu,” ungkap Arief Yahya di Changi Airport.

Penerbangan Singapura-Medan diharapkan bisa mendukung pariwisata Danau Toba, Sumatra Utara, yang sudah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai satu dari 10 Bali Baru, atau destinasi prioritas di Indonesia.

Sebelumnya, Garuda membuka jalur penerbangan Jakarta-Silangit, untuk mengakses Toba sekaligus menjaring wisnus yang saat ini load factornya sudah mencapai 70%. Kini giliran Singapore-Kualanamu, sebagai jembatan udara dari hub Singapura menuju destinasi di Sumut itu.

“Singapura kami tempatkan sebagai hub transportasi internasional, sekaligus hub pariwisata bagi Indonesia. Singapore punya 1,5 juta ekspatriat dan 15,5 juta wisatawan dari berbagai belahan dunia. 

Tahun 2015, wisman atau inbound terbesar ke Indonesia adalah Singapore, yakni 1,57 juta turis Singapura. Itu naik 3,47% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, 2014. Yang masuk melalui Medan, baru 12.762 orang,” ungkap Arief Yahya, yang didampingi CEO PT Garuda Indonesia Arif Wibowo, Dubes RI untuk Singapore, I Gde Ngurah Swajaya dan Senior Advisor of Changi Airport Group, Woong Woon Liong. (RO/OL-2)

Sumber : Media Indonesia

MEBANGUN MASKAPAI LAYAKNYA MEMBANGUN GEDUNG

Sederhana dan rendah hati ialah dua kesan yang muncul begitu berkenalan dengan sosok Albert Burhan.

Siapa yang menyangka, sosok itu merupakan bos besar anak perusahaan penerbangan Garuda Indonesia, PT Citilink Indonesia, sejak 16 Februari 2015 lalu.

Albert mengaku, ia sendiri sebetulnya tidak pernah bermimpi untuk bisa duduk sebagai pucuk pimpinan Citilink, terutama bila melihat latar belakang pendidikannya, yaitu S-1 teknik sipil dan MBA Institut Teknologi Bandung (ITB).

Namun, pria kelahiran Bandung pada 1967 itu mengakui sebagai lulusan S-1 teknik sipil ITB di bidang transportasi, ia memahami bagaimana membangun suatu bandara, terminal, dan sistem transportasi satu moda dengan moda lainnya.

Meski tidak memiliki pengetahuan dasar dalam industri penerbangan dari bangku kuliah, ayah dua anak itu mengaku latar belakang pendidikannya yang membuat dirinya bisa seperti sekarang, terutama dalam hal ilmu struktur dan logika berpikir.

"Alur pemikiran logika yang diperoleh di teknik sipil itu yang membantu saya. Bahkan, setelah lulus MBA dan kemudian bekerja di Garuda, logika berpikir itu masih bisa masuk dan terpakai selama bekerja di Garuda," tutur Albert saat ditemui di kantornya di Jakarta, Selasa (5/4).

Menurutnya, membangun maskapai itu layaknya membangun gedung, selangkah demi selangkah hingga akhirnya gedung itu terbangun sempurna.

IBARAT CANDU.

Awal perkenalan dirinya dengan dunia penerbangan terjadi saat ia menulis tesis tentang penerbangan sehingga harus bolak-balik ke Garuda Indonesia.

Hal itu menjadi pintu masuk dirinya ke dunia industri maskapai penerbangan nasional.

Dirinya bercerita tawaran bergabung ke perusahaan sebesar Garuda Indonesia tanpa tes membuat dirinya tertarik.

Saat itu Garuda Indonesia memang sedang membutuhkan darah muda untuk menyegarkan perusahaan dengan ide-ide dan pemikiran yang out of the box.

"Karena masih muda kemudian di bujuk rayu seperti tipu-tipu marketing oleh VP corporate planing-nya membuat saya berminat bergabung ke Garuda, siap pak jawab saya ketika itu," kenang dirinya sambil tertawa.

Albert mulai bergabung dengan Garuda Indonesia pada 1995 hingga 2012 sebelum akhirnya dirinya ditarik sebagai tim utama yang membangun Citilink.

Terhitung, dalam 17 tahun kariernya, dirinya sudah menempati berbagai posisi di Garuda Indonesia.

"Saya mulai karier di Garuda itu dari posisi bawah, dari staf, kemudian menjadi manager trip planing, sempat manager marketing, manager operation, senior manager operation, senior manager cash management, hingga akhirnya vice president treasury. Jadi, posisinya saya sendiri sudah mengenyam dari banyak posisi, kayaknya tinggal mekanik pesawat saja yang belum," jelas dirinya sambil tertawa lebar.

Ia merasa tertantang dengan dinamika industri penerbangan yang sangat kompleks dan menantang.

Industri itu memiliki kompleksitas pekerjaan yang jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan sektor lain.

"Di airline itu bisa mendapat 2% profit margin itu saja sudah bagus. Jadi, lebih baik ditaruh di deposit daripada di maskapai," ujar Albert.

Ia bahkan menyebut tantangan di dunia maskapai penerbangan itu ibarat candu yang membuat ketagihan, seperti yang diungkapkan Dirut Garuda dahulu, Emirsyah Satar.

"Jadi, begitu masuk dan tahu seberapa susahnya, tapi juga tahu enaknya, seseorang sulit keluar dari industri airline," kenang dirinya sambil bercanda.

SURAT PERINGATAN

Albert rupanya memiliki segudang pengalaman yang menarik selama dirinya bekerja di Garuda Indonesia.

Namun, salah satu pengalaman menariknya ialah ketika dirinya nyaris didepak dari Garuda karena berambut gondrong.

"Dulu pada saat saya awal masuk Garuda rambut saya memang sempat gondrong, tetapi kemudian insaf. Nah setelah 5 tahun kemudian saya gondrong lagi hingga sampai mendapat surat peringatan (SP) I dan SP II dari pihak Garuda. Mungkin karena saat itu saya sudah menduduki jabatan jadi tidak boleh gondrong, akhirnya saya pangkas lagi," cerita Albert sambil terkekeh.

Selama bekerja di Garuda, Albert mengaku bekerja seperti menikmati hobi.

Pekerjaannya di Garuda memungkinkan dirinya dapat terbang dan pergi ke berbagai tempat dan negara meski hanya sekadar rapat biasa.

"Dulu ketika masa-masa jahiliah, sekitar 1995 hingga 2000, setiap kali ada ajakan untuk rapat lokasi rapatnya selalu di luar negeri, seperti London atau Tokyo atau kota kota lainnya," katanya seraya mengaku hal itu bukan budaya yang benar.

Rebranding Citilink

Kariernya di Garuda Indonesia harus terhenti pada akhir 2012 karena adanya keinginan BUMN penerbangan itu untuk mengembangkan maskapai Citilink secara lebih serius.

Saat itu market share dari Garuda tergerogoti oleh berbagai maskapai low cost carrier (LCC).

Albert mengungkapkan Citilink sebetulnya sudah didirikan sejak 2001 sebagai anak usaha Garuda, berbarengan dengan berdirinya Lion Air.

Namun, Citilink tidak dikelola dengan baik dengan berbagai masalah penerbangan dan juga pesawatnya yang sudah tua.

"Setelah 11 tahun Citilink hanya memiliki dua pesawat, sedangkan Lion air itu sudah memiliki banyak pesawat dan mendominasi pasar LCC. Garuda akhirnya sadar market share-nya tergerogoti oleh maskapai LCC sehingga diputuskan untuk menyeriuskan Citilink," kenang Albert.

Garuda memutuskan menarik tiga SDM terbaik mereka sebagai inti rebranding Citilink, direktur komersial garuda, direktur teknik garuda, dan Albert dari VP treasury.

Tugas itu dipandang berat karena saat itu Lion Air sebagai market leader-nya sudah sangat kuat dengan market share mencapai 40%-50%.

Belum lagi persoalan branding Citilink yang masih harus dibangun ulang.

Namun, perlahan tapi pasti Citilink mampu menunjukkan perkembangan secara bertahap meski dimulai dari titik nol hingga saat ini telah memiliki 36 pesawat Airbus A320.

Bahkan, Albert mengungkapkan Citilink mampu membukukan keuntungan hanya dalam 3 tahun atau di atas rata-rata industri yang membutuhkan waktu hingga 7 tahun.

Kini, dirinya sudah menduduki posisi sebagai CEO dari Citilink menggantikan Arif Wibowo yang diangkat menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia.

Albert berharap bisa terus memajukan Citilink ke level berikutnya. Dirinya berencana untuk meng-IPO kan Citilink beberapa tahun ke depan.

Namun, sebelum itu, ia ingin meningkatkan market share Citilink hingga 25% dalam tiga tahun.

Restu calon mertua

Selain karena alasan profesional, Albert mengaku keinginannya bekerja di Garuda merupakan salah satu strategi untuk memperoleh restu dari mertua.

Albert sendiri mengaku menikahi istrinya setelah dirinya sudah mapan dan bekerja di Garuda.

"Intinya dulu cari kerjaan untuk mertua yang pekerjaannya yang gaji besar dan kantoran. Sempat berpikir untuk ke perbankan, tetapi situasi ekonomi 1995 sedang tidak bagus," kenang dirinya sambil tertawa kecil.

Saat berbicara mengenai cita-cita, Albert mengungkapkan keinginannya untuk dapat melakukan travelling selama setahun penuh bila memang kariernya dirasa sudah cukup di penerbangan.

Albert berencana untuk menyusuri Eropa dan mengunjungi berbagai tempat.

"Saya mau jalan-jalan selama setahun penuh, tetapi itu sesuatu yang harus saya lakukan sebelum saya menjadi tua sekali, sebab kalau sudah tua sekali naik tangga saja bisa susah, termasuk juga naik haji nantinya," ungkap dirinya sambil tersenyum. (E-3)

Sumber : Media Indonesia.

RIZAL RAMLI TEMUKAN WISATAWAN BAYAR VISA DI IMIGRASI





Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli masih menemukan banyaknya para pengguna jasa penerbangan luar negeri yang membayar visa on arrival di Bandara Soekarno-Hatta (BSH).

Padahal kebijakan bebas visa di Bandara Internasioonal tersebut sudah diberlakukan secara resmi oleh pemerintah Indonesia pada pertengah Maret 2016 lalu.

"Saya masih melihat ada banyak penumpang luar negeri yang statusnya sebagai wisatawan membayar 30 dollar AS untuk visa on arrival di Bandara Soekarno Hatta (BSH)," kata Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli saat melakukan sidak terkait kebijakan penerapan bebas visa di Terminal 2-F Bandara Soekarno-Hatta, Senin (25/4).

Karenanya, kata Rizal Ramli, pihaknya meminta kepada kementerian luar negeri agar lebih gencar melakukan sosialiasi bebas visa . Sebab, kata dia, dengan bebas visa, tentu akan mendongkrak jumlah wisatawan luar negeri untuk datang ke Indonesia. "Dengan meningkatnya jumlah wisatan luar negeri ke Indonesia, tentu akan menambah devisa yang cukup besar bagi Indeonesia," kata Rizal Romli.

Dan apabila sosialisasi tersebut dilakukan secara all out oleh semua pihak, kata dia, dalam waktu 10 tahun perkembangan dunia wisata di Indonesia aklan lebih maju dari sektor lainnya, seperti pertanian maupun perindustrian. "Saya yakin itu," kata Rizal Ramli.

Ditanya apakah masih adanya pembayaran visa bagi para wisatawan luar negeri itu adalah sebuah pelanggaran, Rizal Ramli mengatakan kemungkinan itu terjadi karena ketidak tahuan saja. Mengingat kebijakan bebas visa tersebvut hanya berlaku bagi mereka yang tinggal dibawah30 hari. Sedangkan jika lebih, pembayaran visanya tetap.

Sementara itu kepala Imigrasi Bandara Soekarno Hatta, Alief Suaidi, mengatakan, masih terjadinya pembanyaran Visa on arrival, karena banyaknya wisatawan yang tidak paham atas berapa lama mereka akan tinggal di Indonesia. Padahal di meja imigrasi dan di loket bank pembayaran pemberitahuan ketentuan itu sudah di tempel.

"Seperti warga Belgia tadi, tiba-tiba dia bayar saja, tanpa mempertanyakan terlebih dahulu," kilah Alif.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Budi Karya Sumadi mengucapkan terima kasihnya atas sidak yang dilakukan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli. Dan atas arahannya, ia berjanji akan melakukan koordinasi dengan seluruh unsur di Bandara Internasional tersebut, seperti Otoritas bandara dan lainnya.(OL-4)

Sumber : Media Indonesia.

TIGA BUMN TRAPORTASI KERJA SAMA INTEGRASI ANTARMODA



Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyedia jasa transportasi, yaitu PT Garuda Indonesia, PT Kereta Api Indonesia, dan PT Angkasa Pura I bekerja sama di bidang integrasi antarmoda transportasi.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia M Arif Wibowo dalam keterangan tertulis, Kamis (28/4), mengatakan kerja sama tersebut untuk mewujudkan komitmen dalam mendukung potensi pariwisata Indonesia dan program pengembangan jaringan yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di bidang kerja sama integrasi antarmoda transportasi yang dilakukan masing-masing Direktur Utama ketiga BUMN yaitu M Arif Wibowo (Garuda Indonesia), Edi Sukmoro (PT Kereta Api Indonesia), dan Sulistyo Wimbo Hardjito (Angkasa Pura I), dan disaksikan Menteri BUMN Rini M Soemarno.

Arif mengatakan kerja sama integrasi antarmoda transportasi tersebut akan diterapkan di empat bandara di Tengah dan Timur Indonesia, yaitu Bandara Internasional Juanda Surabaya, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Internasional Kulonprogo Yogyakarta, dan Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo.

Menurut dia, kerja sama tersebut merupakan langkah strategis Garuda dalam mendukung pengembangan pariwisata, sekaligus memperluas jaringan Garuda di Indonesia bagian Tengah dan Timur.

"MoU yang ditandatangani akan ditindaklanjuti dengan berbagai bentuk kerja sama strategis antar-BUMN yang mencakup kerja sama pelayanan penumpang, juga integrasi program advertising (periklanan) dan marketing (pemasaran). Ke depannya kami berharap kerja sama ini dapat terus dikembangkan, bahkan dengan BUMN lain," katanya.

Menteri BUMN RI Rini M Soemarno mengapresiasi sinergi BUMN yang terlaksana dalam mendukung pariwisata Indonesia.

"Kita semua menyadari bahwa untuk mempersembahkan yang terbaik bagi negeri membutuhkan usaha dan komitmen dari berbagai pihak. Sinergi yang diwujudkan oleh Garuda, KAI dan AP-I dalam kerja sama integrasi antarmoda transportasi, yang tentu saja diharapkan akan memberikan pelayanan dan kenyamanan yang lebih baik dan nilai lebih kepada seluruh pengguna jasa dari masing-masing BUMN yang terlibat," katanya.

Dalam nota kesepahaman tersebut tersebut, Garuda Indonesia, KAI dan Angkasa Pura I sepakat akan mengintegrasikan layanan penumpang - yang merupakan pengguna jasa dari ketiga BUMN, termasuk city check-in, penanganan bagasi, ruang tunggu penumpang, dan informasi/jadwal penerbangan dan kereta api, untuk mewujudkan perjalanan wisata maupun bisnis yang dilaksanakan lebih lancar dan nyaman.

Di samping itu, nota kesepahaman tersebut juga akan dikembangkan pada berbagai bentuk kerja sama lainnya seperti kerja sama pemasaran, periklanan dan bentuk joint promotion lainnya.

Pada 2015, Garuda Indonesia telah melaksanakan kerja sama dengan PT KAI di bidang Corporate Sales, di mana Garuda Indonesia menjadi penerbangan resmi bagi karyawan beserta keluarga di seluruh unit PT KAI dan afiliasinya, dan berlaku untuk perjalanan dinas maupun perjalanan nondinas.

Melalui kerja sama tersebut, Garuda Indonesia memberikan harga khusus (special corporate fare) bagi PT KAI untuk semua rute domestik dan internasional, dengan layanan tambahan antara lain berupa tambahan muatan bagasi (excess baggage) sejumlah 10 kilogram, konter check-in khusus pelanggan korporat di bandara, prioritas reservasi dan pembukuan grup, kargo, dan berbagai kemudahan lainnya. (Ant/OL-3)

Sumber : Media Indonesia.

PERUSAHAAN GROUND HANDLING DI HALIM DIBEKUKAN



Kementrian Perhubungan membeku kan perusahaan ground handling terkait insiden tabrakan pesawat Batik Air dan Trans Nusa di Bandara Halim Perdanakusuma, Senin (4/4) malam. Pembekuan itu berlaku hingga investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) selesai.

Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi M Djuraid menegaskan hal itu di Jakarta, kemarin.“Izin operasi perusahaan ground handling dibekukan sampai ada rekomendasi KNKT dan perusahaan bersangkutan menjalankan rekomendasi tersebut.“

Ia menambahkan, Menhub juga telah menegur Dirut Angkasa Pura II karena sudah hampir dua pekan Bandara Halim Perdanakusuma tidak memi liki kepala bandara setelah dimutasi ke Bandara Kuala Namu. Selain itu, kedua pesawat yang terlibat insiden ditahan un tuk pemeriksaan lebih lanjut.

Perusahaan ground handling yang dibekukan Kemenhub ialah PT Jasa Ang kasa Semesta (PT JAS). Corporate Secretary PT JAS Yoyok Priwahyono pun mengatakan pihaknya akan mematuhi kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

“Kami tunduk dan patuh pada setiap aturan operasional yang berlaku dalam lingkup domestik maupun internasional. Oleh karena itu, kami menyerahkan proses investigasi ini kepada pihak berwenang dan akan tunduk pada hasil investigasi dan rekomendasi yang dihasilkan dalam proses ini,“ kata Yoyok.

Direktur Operasional Lembaga Penye lenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia Wisnu Darjono mengatakan petugas air traffic con troller (ATC) di Bandara Halim Perdanakusuma dirumahkan atau tidak dipekerjakan selama KNKT masih menyelidiki insiden tabrakan pesawat itu.

“Kami grounded (bebastugaskan) selama tiga minggu dalam rangka penelitian. Satu minggu agar dia tenang dulu. Gangguan emosional berpengaruh pada psikologi mereka.Kita evaluasi dan investigasi, ada kondisi faktor apa kejadian ini terjadi.Semalam, tiga orang yang bertugas, controller, asisten, dan supervisor,“ jelas Wisnu.

Sementara itu, hanya sehari setelah tabrakan pesawat Batik Air dan Tran Nusa, sebuah insiden lain terjadi. Pesawat Wings Air nomor penerbangan IW-1922 rute Kupang-Wai ngapu dilaporkan menabrak rambu di landasan Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur, kemarin.

Pesawat yang mengangkut 40 penumpang tersebut dilaporkan mengalami kerusakan berat. Bodi pesawat robek. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden tersebut. “Benar, tadi (kemarin) pesawat Wings Air menabrak rambu, tetapi tidak ada korban jiwa,“ kata Kepala Kantor SAR Kupang I Gede Ardana.

Dia menambahkan, kecelakaan terjadi saat pesawat push back untuk lepas landas. Namun, bagian belakang pesawat menabrak lampu sehingga mengalami kerusakan. Peristiwa itu mengakibatkan penerbangan Wings Air tersebut dibatalkan. Saat ini, pihak Lion Air yang mengoperasikan pesawat tersebut masih menunggu investigasi KNKT. (Adi/PO/X-7)


Sumber : Media Indonesia

BANDARA HALIM TIDAK PENUHI PERSYARATAN PENERBANGAN KOMERSIL



Peristiwa tabrakan antara pesawat Batik Air nomor penerbangan 7703 rute Jakarta-Makassar dengan pesawat ATR Transnusa di landas pacu Bandara Halim Perdana Kusuma, Senin (4/4) malam disebabkan kurangnya fasilitas di bandara tersebut.

Insiden terjadi saat pesawat Batik Air akan lepas landas (take off). Secara bersamaan, di landasan yang sama, pesawat Transnusa nomor registrasi PK-TNJ tengah dipindahkan (towing) menuju hanggar.

Pengamat transportasi penerbangan yang juga mantan Kepala Staf TNI AU, Marsekal (Purn) Chappy Hakim menilai insiden ini tidak bisa dihindari karena bandara Halim Perdanakusuma tidak memiliki jalan penghubung (taxiway) yang berfungsi sebagai tempat antre pesawat sebelum take off.

Taxiway juga berfungsi sebagai penghubung antara landasan pacu (runway) dengan pelataran pesawat (apron), hangar atau fasilitas lain di bandara.

"Bandara Halim Perdanakusuma dipaksa untuk mengakomodasi perjalanan komersil. Padahal tidak memenuhi persyaratan. Tabrakan hanya soal waktu saja. Beruntung tidak ada korban jiwa," tutur Chappy.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi bahkan menyebut kecelakaan ini sebagai keteledoran serius yang pantas diusut Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Ini menandakan tidak ada koordinasi antara petugas ATC dengan petugas darat yang sedang menarik pesawat Transnusa ke hanggar," kata Tulus.

Insiden ini, lanjut Tulus, juga membuktikan bahwa keselamatan penerbangan di Indonesia masih rendah. Untuk itu, kemenhub harus memberi sanksi pada petugas yang terlibat insiden ini, termasuk manajemen Bandara Halim Perdanakusuma.

Akibat insiden ini bandara Halim yang awalnya hanya akan ditutup hingga pukul 22.00, berlanjut ditutup hingga pukul 24.00. (OL-2)

Sumber : Media Indonesia

PENUTUPAN BANDARA HALIM DIPERPANJANG



Penutupan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur diperpanjang hingga 24.00 WIB menyusul insiden tabrakan Pesawat Batik Air dan Transnusa pada Senin (4/4) pukul 19.55 WIB.

"Sesuai Notam Nomor A1006, penutupan Runway Bandara Halim Perdanakusuma diperpanjang sampai dengan estimasi tanggal 4 April 2016 pukul 24.00 WIB karena proses evakuasi pesawat Batik," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub JA Barata di Jakarta, Senin malam.

Sebelumnya, runway (landasan pacu) Bandara Halim Perdanakusuma ditutup sementara sampai dengan estimasi tanggal 4 April 2016 pukul 22.00 WIB karena proses evakuasi pesawat Batik.

Pesawat Batik Air dengan rute Halim Perdanakusuma - Ujung Pandang, registrasi PK-LBS, nomor penerbangan ID 7703 bersenggolan dengan pesawat Transnusa sesaat sebelum lepas landas pada Senin (4/4) pukul 19.55 WIB.

Direktur Utama Lion Air Group Edward Sirait mengatakan pesawat Batik Air sudah "di-release" untuk lepas landas oleh menara pengawas (ATC) dan sewaktu melakukan proses "take off" atau lepas landas bersenggolan dengan pesawat trans nusa yang saat itu sedang ditarik oleh traktor (dalam proses pemindahan).

"Karena hal itu Pilot in Command memutuskan untuk membatalkan take off (aborted take off) untuk memastikan keselamatan penumpang," katanya.

Edward mengatakan pesawat Batik Air ID 7703 membawa 49 penumpang dan tujuh kru pesawat dan dipastikan semua penumpang dan kru dalam keadaan selamat dan akan diterbangkan menggunakan pesawat pengganti dengan registrasi yg lain.

"Terkait dengan apa yang terjadi, kita akan menunggu hasil penyelidikan dari lembaga yang berwenang", ujar Edward.

Sumber : Media Indonesia

TABRAKAN PESAWAT DINILAI KARENA KETELEDORAN



Tabrakan antara pesawat Batik Air dan Trans Nusa merupakan keteledoran yang sangat serius dan harus diusut tuntas.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengungkapkan hal tersebut saat menanggapi insiden yang berlangsung di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, tadi malam.

Menurut Tulus, insiden itu menandakan tidak adanya koordinasi antara petugas air traffic control (ATC) dan petugas darat yang sedang menarik pesawat Trans Nusa ke hanggar.

"Ini juga bukti bahwa tingkat keselamatan penerbangan di Indonesia masih rendah," tegas Tulus.

Karena itu, YLKI meminta Komisi Nasio-nal Keselamatan Transportasi (KNKT) meng-usut tuntas kejadian tersebut.

Kementerian Perhubungan pun didesak memberikan sanksi tegas kepada petugas yang terlibat dalam insiden.

"Termasuk kepada manajemen Bandara Halim Perdanakusuma."

Pengamat transportasi penerbangan sekaligus mantan Kepala Staf TNI-AU, Marsekal (Purn) Chappy Hakim, berpendapat insiden itu tidak bisa dihindari karena Bandara Halim Perdana-kusuma tidak memiliki taxiway atau jalan penghubung yang berfungsi sebagai tempat antre pesawat sebelum lepas landas.

"Bandara Halim Perdanakusuma dipaksa untuk mengakomodasi perjalanan komersial, padahal tidak memenuhi persyaratan. Tabrakan hanya soal waktu. Beruntung tidak ada korban jiwa," tutur Chappy.

Kemenhub menyatakan tabrakan antara pesawat Trans Nusa jenis ATR reg PK-TNJ dan Batik Air jenis Boeing 737-800 reg PK-LBS rute HLP-UPG (Makassar) terjadi sekitar pukul 19.55 WIB.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub JA Barata mengatakan ketika pesawat Batik Air lepas landas, di saat bersamaan pesawat Trans Nusa yang berada di landasan pacu tengah ditarik menuju hanggar.

Pesawat ATR mengalami kerusakan di ekor dan sayap bagian kiri, sedangkan pesawat Batik Air di ujung sayap sebelah kiri. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu.

Manajer Public Relation Angkasa Pura II Haerul Anwar saat dimintai keterangan terkait koordinasi ATC dengan petugas pemindahan pesawat

Trans Nusa mengatakan hal itu masih diselidiki.

Senada, Dirut Lion Air Group Edward Sirait menyatakan, "Terkait apa yang terjadi, kita menunggu hasil penyelidikan lembaga berwenang."

Sumber : Media Indonesia

PESAWAT EGYPT AIR DIBAJAK



"Pesawat Airbus A-320 yang membawa 81 penumpang dan dalam perjalanan dari Alexandria ke Kairo telah dibajak. Pilot mengatakan seorang penumpang mengaku mengenakan jaket bom dan memaksa pesawat mendarat di Larnaca, Siprus" ujar Kementerian Penerbangan Sipil Mesir.

Pembajak itu telah mengizinkan perempuan dan anak-anak meninggalkan pesawat. Kepolisian Siprus mengatakan pembajak belum membuat tuntutan setelah pesawat itu mendarat di Bandara Larnaca.

Awalnya Pembajak minta diterbangkan ke Istambul

Juru bicara pemerintah Mesir mengatakan bahwa pembajak pesawat milik maskapai penerbangan Egypt Air awalnya meminta pesawat diterbangkan ke Istanbul. Namun, hal itu dibatalkan setelah kapten kapal mengatakan bahwa bahan bakar yang ada tidak mencukupi.

Hossam al-Queish, juru bicara tersebut, juga mengatakan bahwa mereka belum bisa mengonfirmasi bahwa pembajak yang diidentifikasi sebagai warga Mesir bernama Ibrahim Samaha membawa jaket bom. Samaha disebut berprofesi sebagai seorang dokter.

Pembajak mengizinkan perempuan dan anak-anak meninggalkan pesawat di Bandara Larnaca, Siprus, Selasa (29/3).

Kepolisian Siprus mengatakan pembajak belum membuat tuntutan setelah pesawat itu mendarat di Bandara Larnaca. (AFP/OL-3) MI

WIRASABA SEDOT DANA RATUSAN MILIAR




Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng), dan beberapa pemerintah kabupaten di Jateng selatan bahu-membahu mewujudkan Lapangan Udara (Lanud) Wirasaba menjadi Bandara Wirasaba untuk penerbangan komersial.

Ratusan miliar telah disiapkan sebagai persiapan pengembangan bandara dan infrastruktur jalan baik dari Purbalingga maupun Banyumas dan Purwokerto.

Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Heru Sudjatmoko mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah berkomitmen untuk mengalokasikan anggaran Rp150 miliar untuk pengembangan Wirasaba menjadi bandara komersial.

"Anggaran itu akan dialokasikan melalui APBN Perubahan 2016. Dana dialokasikan, karena Menhub telah sepakat dengan pengembangan bandara di Purbalingga ini," kata Wagub saat meninjau persiapan pembangunan Wirasaba sebagai bandara pada Sabtu (20/2).

Wagub berharap Pemkab Purbalingga dapat mendukung fasilitas penunjang bandara seperti infrastruktur jalan ke bandara.

Selain itu, pemkab diminta agar memfasilitasi pembebasan lahan agar dapat berjalan lancar.

"Pemprov Jateng bakal melakukan pembangunan infrastruktur berupa pelebaran jalan sepanjang 7 meter dari Jembatan Linggamas di perbatasan antara Purbalingga dan Banyumas ke arah barat sepanjang 3,28 km. Pembebasan lahan disiapkan Rp15 miliar dan untuk pembangunan infrastruktur jalan senilai Rp15 miliar," kata Heru.

Menurutnya, pembangunan fisik bakal dimulai pada akhir 2016 atau maksimal pada 2017 mendatang.

Berdasarkan laporan dari otoritas Lanud Wirasaba, diperlukan perpanjangan landasan hingga 1.500 meter dan pelebaran

40 meter untuk pendaratan pesawat ATR. Oleh karena itu, perlu ada pembebasan lahan sekitar 5 ha.

Selain itu, nantinya Bandara Wirasaba membutuhkan fasilitas keamanan penerbangan seperti pemadam kebakaran, ambulans, menara navigasi serta penampungan bahan bakar berupa tangki yang dipendam.

Pembangunan bandara itu, lanjut Heru, akan menggenjot pertumbuhan ekonomi di Jateng bagian selatan yang selama ini tertinggal dari bagian lainnya di Jateng.

"Selama ini, pembangunan ekonomi di Jateng bagian barat dan selatan lebih tertinggal jika dibandingkan dengan bagian utara, tengah, dan timur. Maka adanya Bandara Wirasaba diharapkan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah setempat," tambahnya.

Pada bagian lain, Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan pemkab menyiapkan dana Rp200 miliar hingga Rp250 miliar untuk pembangunan jalan dari Banyumas menuju Bandara Wirasaba.

"Dana tersebut diambilkan dari APBD Perubahan 2016 dan APBD 2017. Dana itu dipakai untuk pembebasan tanah di Kecamatan Sokaraja dan Kalibagor," katanya.

Bandara Sultra

Di sisi lain, Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan meminta masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) memaksimalkan pemanfaatan lima bandara udara (bandara) di daerah itu.

"Sultra merupakan satu-satunya daerah di Indonesia yang memiliki bandara dan semuanya bisa didarati berbagai jenis pesawat jet," kata Iganisus Jonan saat meresmikan Pelabuhan Penyeberangan Amolengo (Kabupaten Konawe Selatan) dan Pelabuhan Labuan (Kabupaten Buton Utara) di Andoolo (Ibu Kota Kabupaten Konawe Selatan), Sabtu (20/2).

Ia menyebutkan ada lima bandara di Sultra, yakni Bandara Haluoleo, Bandara Sangia Nibandera, Bandara Matahora, Bandara Betoambari, dan Bandara Sugimanuru. (HM/N-1) 

Sumber : Media Indonesia

GARUDA PERLUAS KERJASAMA DENGAN AIRBUS




Garuda Indonesia Group dan Airbus bekerja sama peningkatan dukungan pelatihan pemeliharaan pesawat untuk GMF AeroAsia. Kedua perusahaan juga berencana untuk melakukan kajian bersama rencana revitalisasi pesawat Airbus milik Garuda Indonesia.

Sebelumnya kedua perusahaan sudah berkolaborasi di bidang dalam hal pelatihan pemeliharaan pesawat di Indonesia. Kesepakatan kerja sama ini ditandatangani oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo dan CEO Airbus Fabrice Bregier.

Menurutnya kesepakatan akan membantu Garuda Indonesia untuk memberikan pelayanan yang lebih baik pada pelanggan dan meningkatkan kemampuan dan pelayanan. Di samping itu, kerja sama memperkuat kemitraan karena Airbus akan mendukung rencana restrukturisasi pesawat Airbus.

"Dukungan dan keahlian Airbus di bidang pelatihan membawa manfaat bagi perkembangan Garuda Indonesia," ujar Arif dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (17/2).

Kesepakatan ini juga meliputi komitmen Airbus untuk mendukung revitalisasi pesawat Airbus milik Garuda Indonesia. Dalam hal ini, Airbus akan fokus pada kesesuaian pesawat Airbus terbaru yakni A320neo dan A330neo, agar dapat sejalan dengan kebutuhan perusahaan berkode emitean GIAA tersebut.

"Saat ini, Garuda Indonesia Group menetapkan standar di antara maskapai full service, LCCs dan MROs," kata Fabrice.

Pesawat terbaru Airbus, yakni A320neo atau A330neo akan memberikan Garuda Indonesia Group tingkat kenyamanan dan efisiensi tertinggi yang tersedia di pasar saat ini. Selain sarana terbaik untuk mempertahankan pertumbuhan dan kesuksesan Garuda.

Airbus merupakan produsen pesawat penumpang yang paling modern dan komprehensif di dunia. Produknya memiliki kapasitas yang beragam mulai dari 100 hingga lebih dari 500 tempat duduk. Airbus telah menjual hingga lebih dari 16.300 pesawat kepada lebih dari 380 pelanggan. (OL-2)

Sumber : Media Indonesia


PESAWAT NIRAWAK PERLU ATURAN



Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), kemarin, menyatakan bahwa drone alias pesawat nirawak yang dioperasikan oleh masyarakat sipil sudah menjadi ancaman nyata bagi keamanan penerbangan komersial. Hal tersebut diungkapkan IATA seiring dengan penggunaan drone yang kini meluas. 

Dulu, pesawat nirawak itu hanya digunakan untuk kepentingan militer. Namun, sekarang masyarakat sipil dapat menggunakan drone dengan bebas, baik untuk tujuan komersial maupun kegiatan rekreasi. Kenyataan itu membuat para pengamat dan pejabat asosiasi penerbangan khawatir perangkat terbang dengan kendali radio tersebut, jika tidak diatur, bisa bertabrakan dengan pesawat komersial dan mengakibatkan konsekuensi mengerikan.

"Regulasi yang mengatur kepemilikan dan pengoperasian drone serta hal-hal lainnya yang berkaitan harus dibuat. Ini harus dilakukan sebelum insiden benar-benar terjadi," tegas Direktur Jenderal IATA Tony Tyler dalam konferensi penerbangan di Singapura, Senin (15/2). 

Drone memang memiliki banyak potensi untuk membantu berkegiatan manusia. Namun, di sisi lain, setiap kali terbang, drone bisa berbahaya bagi penerbangan lainnya. "Saya pun gembira mengetahui drone bisa digunakan untuk mengantar piza, misalnya, tapi kita tidak bisa membiarkan mereka mengancam keselamatan," ucap Tyler.

Pendekatan yang sesuai, lanjut Tyler, harus dilakukan. "Kita harus menemukan metode pragmatis untuk menindak mereka yang mengabaikan aturan dan membahayakan nyawa orang lain," imbuhnya. 

Para pengatur penerbangan juga ingin memastikan spektrum radio yang digunakan untuk mengendalikan drone tidak mengganggu sistem kontrol lalu lintas udara. Beberapa laporan terkait dengan drone juga telah banyak disampaikan para pilot pesawat komersial.

"Mereka kerap melihat pesawat nirawak terbang di tempat-tempat yang tidak semestinya, khususnya pada ketinggian rendah di dekat lapangan terbang. Ini benar-benar sangat berbahaya. Mereka yang berada di wilayah terbang menjadi perhatian utama kami," jelas Tyler.

Menurut data Pusat Studi Drone yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS), antara Desember 2013 dan September 2015 terdapat 921 laporan terkait pertemuan drone dan pesawat berawak di wilayah udara AS. Laporan itu menyebut sebanyak 36% di antaranya menunjukkan kedua pesawat dalam posisi sangat berdekatan. Adapun sekitar 90% temuan berada pada ketinggian sekitar 120 meter yang merupakan ketinggian maksimum bagi pesawat nirawak.

Dalam 28 insiden, laporan itu menunjukkan pilot pesawat komersial harus melakukan manuver untuk menghindari tabrakan.

Rob Eagles, pengamat drone di IATA, menyatakan perusahaan produsen tidak memiliki data jumlah drone yang beroperasi di seluruh dunia.
Namun, dari informasi yang didasarkan pada pengamatan, dapat dikatakan pesawat nirawak itu kini telah menjamur dan tersebar hampir di seluruh penjuru dunia.

"Saat Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat mengeluarkan perintah wajib registrasi drone dengan bobot maksimal 25 kilogram, tercatat ada 300 ribu yang terdaftar hanya dalam Desember 2015," ungkap Eagles. Dia memperkirakan jumlahnya bakal terus bertambah dengan berbagai ukuran di seluruh dunia.

Dari 191 negara anggota Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), sejauh ini ada 63 yang telah menerapkan aturan registrasi drone, 9 masih memproses regulasi, dan 5 telah melarang penggunaan drone. "Ini tidak berarti ada konsistensi dalam regulasi, tetapi menjadi urgensi karena industri ini berkembang dengan amat pesat," kata Eagles. (AFP/I-1)

Sumber : MI

CITILINK TERTARIK BUKA RUTE JAKARTA - LOMBOK




Maskapai penerbangan berbiaya rendah Citilink Indonesia pada tahun ini akan mendatangkan delapan pesawat Airbus A320 baru untuk memperkuat armadanya. 

Pesawat-pesawat itu akan digunakan oleh perusahaan untuk melakukan ekspansi, baik itu membuka rute penerbangan baru maupun menambah frekuensi penerbangan yang sudah ada. Salah satu rute penerbangan yang menjadi incaran Citilink Indonesia adalah Jakarta-Lombok.

Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia Group Benny Siga Butarbutar mengatakan bahwa pembukaan rute penerbangan Jakarta-Lombok bisa melengkapi rute penerbangan Lombok-Surabaya yang sudah ada saat ini. 

“Citilink belum melayani rute penerbangan Jakarta-Lombok dan sebaliknya, baru Garuda saja. Kalau rute Surabaya-Lombok, bisa jadi ada penambahan frekuensi penerbangan, jadi kami kaji dulu prospeknya,” ungkap Benny.

Sebelumnya Citilink Indonesia telah menutup rute penerbangan Bandung-Lombok lantaran sepi penumpang. Penumpang rute penerbangan Bandung-Lombok biasanya hanya ramai saat musim liburan atau di akhir pekan saja, sedangkan di hari biasa permintaan sangat rendah. 

Namun, anak perusahaan Garuda Indonesia itu masih mempertimbangkan untuk membuka kembali rute penerbangan Bandung-Lombok dengna frekuensi satu atau dua kali seminggu karena ada permintaan dari pemerintah daerah. 

“Kami masih lakukan kajian apakah frekuensi penerbangan Bandung-Lombok dan sebaliknya seminggu dua kali atau hanya di akhir pekan saja, karena permintaan dari pemerintah daerah juga ada,” ucap Benny.

Foto: Leonardo Kosasih/PhotoV2.com for Indo-Aviation.com
Sumber : indo-aviation.com

GARUDA AKAN KONSULDASI DULU TERKAIT OPEARASI DI BANDARA PONDOK CABE



Keinginan maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia untuk melayani penerbangan komersial di Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Banten, belum menemukan titik terang. 

Selain mendapatkan penolakan dari warga setempat karena bisa membuat jalanan semakin macet, izin operasional Bandara Pondok Cabe sebagai bandara komersial pun belum diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan.

Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia Group Benny Siga Butarbutar mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak terkait agar rencana pengoperasikan penerbangan dai Bandara Pondok Cabe berjalan mulus. 

“Sejauh ini kami masih melakukan konsolidasi baik ke dalam, dengan Pertamina atau Pelita, dan juga keluar dengan‎ Kementerian Perhubungan,” ujar Benny.

Menurut Benny, konsolidasi ini sangat penting agar setiap instansi memahami betapa pentingnya konektivitas antara daerah. Dia berharap setiap instansi dapat bersatu untuk mewujudkan tujuan yang sama. 

“Ini perlu dipahami dengan baik di semua pihak, karena semangat untuk sinergi, (komunikasi dengan Kementerian Perhubungan) sudah dilakukan pihak Pelita, selaku pengelola bandara nantinya,” ucapnya.

Seperti diketahui, pada tahun lalu Garuda Indonesia sudah menjalin kesepakatan dengan Pertamina selaku pemilik Bandara Pondok Cabe untuk mengoperasikan penerbangan komersial dari bandara tersebut. 

Bandara Pondok Cabe sendiri dikelola oleh anak perusahaan Pertamina, Pelita Air Service, dan digunakan untuk melayani penerbangan yang terkait dengan kepentingan Pertamina. Rencananya, penerbangan komersial dari Bandara Pondok Cabe di mulai pada Maret 2016 dengan membidik sejumlah rute penerbangan, seperti menuju Lubuklinggau, Palembang, Bandar Lampung, Semarang, Yogyakarta, Cilacap, Pangkalan Bun, dan Ketapang.

Foto: ATR
Sumber : indo-aviation.com

TERMINAL BARU BANDARA SORONG DIOPERASIKAN



Terminal baru di Bandara Domine Edward Osok di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, dioperasikan. Presiden dijadwalkan meresmikan terminal tersebut pada Maret.

Kepala Bandara Paryono mengatakan pembangunan terminal baru Bandara Domine sudah rampung. Pengoperasian sebelum peresmian oleh Presiden untuk melihat kemungkinan ada kekurangan.

Paryono menyampaikan, pembangunan terminal baru di Bandara Domine secara bertahap sejak 2014 dengan anggaran mencapai Rp200 miliar.

"Kita operasikan terminal baru agar melihat kekurangan falisitas pendukung serta jumlah personel karena terminal ini sangat besar," kata Paryono di Sorong, Rabu (3/2/2016).

Dia mengatakan, jumlah personel khususnya sekuriti dan petugas kebersihan saat ini masih terbatas. Namun, pengelola bandara segera menambah sebelum terminal diresmikan.

Bangunan lama terminal akan dibongkar pada pertengahan bulan ini, lalu dijadikan lahan parkir kendaraan pengunjung. Pengelola bandara membatasi pedagang yang bisa berjualan di terminal baru. (Antara)

TRK/METRONEWS

AIRIN INGATKAN PELITA AIR SERVICE AGAR MENDENGAR KELUHAN WARGA



Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, mengingatkan PT Pelita Air Service (PAS) untuk mendengarkan keluhan warga terkait rencana komersialisasi Bandara Pondok Cabe. Sebab warga merasa tak nyaman bila bandara yang berlokasi di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, itu menjadi tempat banyak pesawat mendarat maupun lepas landas.

"Dalam audiensi Januari kemarin dengan PT PAS, kami minta untuk menaati regulasi, aturan, dan ketentuan. Juga memerhatikan keamanan dan kenyamanan masyarakat Pondok Cabe," kata Airin saat bertemu dengan perwakilan warga di Kantor Pemkot Tangerang Selatan, Selasa (9/2/2016).

Airin mengulang kembali pernyataan PT PAS dalam audiensi. Yaitu pesawat yang beroperasi di Bandara Pondok Cabe berukuran kecil. Bunyi pesawat tak bising dan tak mengganggu kenyamanan.

Airin mengatakan akan segera memediasi pertemuan warga dengan PT PAS. Sehingga tak akan ada pihak yang merugi akibat rencana tersebut.

Sebelumnya, puluhan warga Pondok Cabe mendatangi Airin. Mereka mempertanyakan rencana PT PAS yang akan mengoperasikan Bandara Pondok Cabe sebagai bandara komersial mulai Maret 2016.

Warga menolak rencana itu. Mereka khawatir kedatangan dan keberangkatan banyak pesawat komersil akan mengganggu keamanan serta kenyamanan masyarakat. Sebab lokasi pesawat berlokasi di tengah-tengah pemukiman.

RRN/METRONEWS

SAAT DARURAT, PESAWAT INI LEPAS KABIN SELAMATAN PENUMPANG



Kecelakaan pesawat mungkin adalah salah satu ketakutan terbesar orang-orang saat menaiki pesawat. Banyaknya berita tentang kecelakaan pesawat, membuat beberapa orang ketakutan saat harus naik pesawat terbang. Namun, bagaimana bila kita bisa bertahan saat kecelakaan pesawat terjadi?

Insinyur penerbangan Ukraina, Vladimir Tatarenko telah berkerja selama tiga tahun untuk menemukan pemecahan masalah tersebut. Tatarenko berhasil menciptakan kabin pesawat yang dapat dilepas dari pesawat saat berada dalam keadaan darurat.

Kabin tersebut bisa mendarat baik di tanah maupun di atas air. Tentunya, kabin ini memiliki parasut yang melekat pada atap dan tabung karet tiup untuk bertahan jika diperlukan.



"Bertahan saat kecelakaan pesawat terjadi bukanlah sesuatu yang mustahil," ujar Tatarenko seperti dikutip dari Boredpanda, Selasa (19/01/2016).

Menurut Tatarenko, sementara insinyur pesawat di seluruh dunia tengah mencoba mencari cara untuk membuat pesawat lebih aman, mereka dapat melakukan sesuatu untuk menyelamatkan penumpang.

Walau idenya terdengar bagus, namun banyak yang mempertanyakan bagaimana nasib pilot pesawat? Sebab, saat kabin dilepas, ruang pilot masih tetap berada di pesawat. Meski demikian, setelah dilakukan kuisioner, 95% orang bersedia membayar lebih jika hal tersebut berpengaruh terhadap keselamatan mereka. (sul)

Sumber :Liputan6

WARGA TOLAK PENERBANGAN KOMERSIAL DI PONDOK CABE


Rencana penggunaan Bandara Pondok Cabe untuk penerbangan komersial mulai menemui kendala. Warga sekitar wilayah bandara yang terletak di kawasan Tangerang Selatan tersebut menyatakan penolakaannya terhadap rencana itu.

Hari Selasa (09/02), sejumlah perwakilan warga berencana menemui walikota Tangerang Selatan, Airin Rahmi Diani untuk menyatakan penolakan fungsi komersialisasi tersebut. 

Menurut salah satu perwakilan warga yang bernama Mansyur, penolakan tersebut dilakukan karena warga khawatir kenyamanan kehidupan mereka akan terganggu apabila bandara yang selama ini melayani penerbangan charter dan juga Polisi Udara tersebut dijadikan bandara komersial yang melayani penerbangan berjadwal.

“Warga sudah diskusi di sini, dan kita akan sampaikan aspirasi ke Pemerintah Tangerang Selatan,” ujar Mansyur.

Menurutnya, perwakilan dari warga sebelumnya telah berusaha bertemu dengan manajemen PT.Pelita Air Service yang selama ini mengoperasikan bandara tersebut. Namun pihak Pelita sendiri tidak memberikan solusi dan bahkan memastikan bahwa penggunaan bandara tersebut untuk penerbangan komersial akan dilakukan pada bulan Maret mendatang.

“Makanya kami akan coba sampaikan pada Pemerintah Kota Tangerang Selatan,” ucapnya.

Sementara itu, Walikota Tangerang Selatan, Airin mengatakan pihaknya memastikan akan menjamin kenyamanan warga apabila bandara ini nantinya dijadikan bandara dengan penerbangan berjadwal. Airini memastikan pihaknya akan mengacu kepada peraturan dan regulasi yang berlaku dengan tetap mengedepankan kenyamanan masyarakat.

“Kami sudah bertemu pihak PT. Pelita untuk memberi penjelasan soal pengoperasiannya,” ujar Airin.

Airin juga mengatakan, dengan pengoperasian penerbangan komersial berjadwal di Bandara Pondok Cabe dipastikan akan memberikan efek multiplier pada masyarakat sekitar.

Sumber : runway-aviation.com

77,16% ON TIME PERFORMANCE 15 MASKAPAI INDONESIA

Kementerian Perhubungan telah mengevaluasi ketepatan waktu atau On Time Performance (OTP) Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri periode Juli sampai Desember tahun 2015 (6 bulan) yang dilakukan kepada 15 maskapai berjadwal dalam negeri.


Berdasarkan hasil evaluasi terhadap 15 maskapai tersebut, terdapat 356.621 penerbangan pada periode tersebut. Persentase penerbangan tepat waktu/OTP pada periode tersebut yaitu 77,16% atau sebanyak 275.172 penerbangan.

Sementara, persentase penerbangan yang mengalami keterlambatan (delay) sebesar 20,74% atau 73.950 penerbangan, dan sisanya, persentase penerbangan yang mengalami pembatalan (cancel) yaitu sebesar 2,15% atau sebanyak 7.668 penerbangan.

Tiga Maskapai dengan persentase OTP tertinggi pada periode tersebut yaitu: 
  1. Batik Air dengan presentase OTP sebesar 91,21%, dengan jumlah penerbangan tepat waktu/OTP sebanyak 23.366 penerbangan dari total 25.617 penerbangan. 
  2. Nam Air dengan OTP 90,61%, atau penerbangan tepat waktu sebanyak 8.248 penerbangan, dari total 9.103 penerbangan. 
  3. Garuda Indonesia dengan OTP 85,82%, dengan penerbangan tepat waktu sebanyak 77.955 penerbangan dari total 90.832 penerbangan.
Sementara, 3 (tiga) maskapai dengan persentase keterlambatan (delay) tertinggi yaitu:
  1. Trigana Air dengan persentase 45,74% atau sebanyak 2.384 penerbangan mengalami delay, dari total 5.212 penerbangan. 
  2. Susi Air dengan persentase 34,96% atau sebanyak 7.271 penerbangan delay dari total 20.801 penerbangan. 
  3. Travel Express dengan persentase 33,28% atau sebanyak 1.717 penerbangan delay dari total 5.159 penerbangan.
Dari evaluasi tersebut, ditemukan beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya keterlambatan penerbangan antara lain: 

Faktor teknis operasional

Faktor keterlambatan yang disebabkan faktor kondisi bandara (di luar manajemen maskapai) seperti: bandara tidak dapat digunakan, keretakan landasan pacu, keterlambatan pengisian bahan bakar, dan terjadinya antrian pesawat yang akan take off maupun landing di bandara. Faktor tersebut menyumbang 32,75% atau sebanyak 24.216 penerbangan dari total keterlambatan penerbangan ke-15 maskapai pada periode tersebut.

Faktor non teknis operasional

Faktor keterlambatan penerbangan yang disebabkan karena manajemen maskapai seperti: keterlambatan kru pesawat, keterlambatan catering, keterlambatan karena menunggu penumpang yang akan check in, ketidaksiapan pesawat dan keterlambatanan penanganan di darat. Faktor tersebut menyumbang 49,63% atau sebanyak 36.702 penerbangan.

Faktor cuaca 

Faktor cuaca dengan persentase 15,84% atau sebanyak 11.713 penerbangan, dan keempat, faktor lain-lain yaitu faktor keterlambatan penerbangan yang disebabkan di luar manajemen maskapai, teknis operasional, dan cuaca seperti: adanya kerusuhan atau demonstrasi di wilayah bandara. Faktor tersebut menyumbang 2,57% atau sebanyak 1902 penerbangan.

Sementara faktor yang menyebabkan terjadinya pembatalan penerbangan (cancel) antara lain: 
  • Pertama, faktor teknis operasional dengan persentase 0,50% atau sebanyak 370 penerbangan. 
  • Kedua, faktor non teknis operasional 2% atau sebanyak 1.481 penerbangan. 
  • Ketiga, faktor cuaca 7,74% atau sebanyak 5.726 penerbangan, dan keempat, faktor lain-lain 0,13% atau sebanyak 94 penerbangan.
Sumber : www.dephub.go.id

KRITERIA PENYELENGGARA ANGKUTAN UDARA PERINTIS




Kementerian Perhubungan menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 9 tahun 2016 tentang Kriteria dan Penyelenggaraan Kegiatan Angkutan Udara Perintis. Penetapan kriteria dan penyelenggaraan Angkutan Udara Perintisdilakukan guna mewujudkan angkutan perintis udara yang dapat menghubungkan daerah terpencil, daerah tertinggal, daerah yang belum terlayani oleh moda transportasi lain serta mendorong pertumbuhan dan pengembangan wilayah guna mewujudkan stabilitas, pertahanan dan keamanan negara.

Penyelenggaraan angkutan perintis merupakan wujud kehadiran negara terhadap masyarakat sesuai dengan Nawa Cita pertama, dan merupakanbagian dari fokus kerja Kementerian Perhubungan dalam rangka meningkatkan keselamatan, kapasitas sarana dan kualitas pelayanan transportasi di Indonesia.

Peraturan yang telah diundangkan mulai tanggal 27 Januari 2016 yang lalu, merupakan pembaruan dari Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Udara Tahun 2010 Nomor SKEP/21/I/2010, yang mengatur beberapa hal meliputi: jenis kegiatan angkutan udara perintis, kriteria rute perintis, penyelenggaraan angkutan udara perintis, pelaksanaan angkutan udara perintis, evaluasi rute perintis, serta kewajiban penyelenggara angkutan perintis.

Angkutan udara perintis terdiri dari : Angkutan udara perintis penumpang dan angkutan udara perintis kargo. Sebelum ditetapkan sebagai sebuah rute perintis, sekurang-kurangnya jalur tersebut memenuhi kriteria fungsi keperintisan sebagai berikut :

a.untuk menghubungkan daerah terpencil,tertinggal dan belum terlayani oleh moda transportasi lain, dan secara komersial belum menguntungkan.

b.untuk mendorong pertumbuhan dan pengembangan wilayah, dan;

c.untuk mewujudkan stabilitas pertahanan dan keamanan negara, seperti contohnya di daerah perbatasan.

Penetapan usulan kegiatan angkutan udara perintis harus memenuhi ketentuan dan tahapan sebagai berikut :

a.penetapan usulan membuka kegiatan angkutan udara perintis diawali usulan dari Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang telah berkoordinasi dengan kantor Otoritas Bandara, Unit Pelaksana Bandar Udara, dan Pemerintah Daerah setempat kepada Dirjen Perhubungan Udara.

b.Melampirkan data-data dukung seperti: surat pernyataan dari KPA, usulan rute perintis dan data dukung lainnya terkait data aksesibilitas dan potensi daerah tersebut.

Pelaksanaan angkutan udara perintis dilakukan oleh badan usaha angkutan udara niaga (maskapai) setelah melalui proses lelang yang dilakukan oleh pemerintah (Kemenhub). Dalam melaksanakan pelayanan jasa angkutan udara perintis, maskapai mendapatkan subsidi dari pemerintah berupa : subsidi biaya operasi angkutan udara, subsidi bahan bakar minyak di lokasi bandara yang tidak memiliki depo pengisian bbm, serta kompensasi berupa pemberian rute lain di luar rute perintis bagi maskapai tersebut.

Untuk melakukan kegiatan angkutan udara perintis, badan usaha tersebut harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

a.memiliki izin usaha angkutan udara niaga atau bukan niaga yang diterbitkan Dirjen Perhubungan Udara yang masih berlaku,

b.memiliki Air Operator’s Certificate (AOC) atau Operator Certificate (OC) yang masih berlaku,

c.tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak bangkrut, kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan, dan tidak sedang mengalami sanksi pidana,

d.memiliki pesawat udara paling sedikit 1 unit dan pesawat cadangan yang laik udara untuk mendukung operasional penerbangan perintis dengan sepsifikasi yang telah ditentukan, dan

e.wajib menunjukkan Surat Izin Angkutan Udara Niaga (SIUAN) dan surat Izin Angkutan Udara Bukan Niaga (SIKAUBN) yang masih berlaku.

Evaluasi rute perintis dilakukan sekurang-kuranganya 1 tahun sekali oleh Dirjen Perhubungan Udara, KPA, UPBU atau Pemerintah Daerah. Hasil evaluasi berupa: penetapan kembali rute perintis tersebut, atau penghapusan rute perintis karena dianggap sudah bisa menjadi rute komersial.

Selengkapnya terkait peraturan tersebut dapat diunduh pada link berikut :http://jdih.dephub.go.id/assets/uudocs/permen/2016/PM_9_Tahun_2016.pdf.

(RDL/BU/SR/JAB)
Sumber : www.dephub.go.id
 
Support : Creating Website | Mantika Template | Fans Page
Copyright © 2011. PT Rush Cargo Nusantara - All Rights Reserved
Template Created by BDSL Group Published by BDSLcom Template
Proudly powered by Blogger