Posting Terbaru
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Bandara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bandara. Tampilkan semua postingan

ALFI DUGA KENAIKAN TARIF MENYIMPANG

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia menduga ada persaingan usaha tidak sehat untuk jasa penanganan kargo di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng. Wakil Ketua Umum Angkutan Udara Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta Arman Yahya mengatakan dugaan itu menyusul keputusan penaikan tarif dasar sewa gudang yang dilakukan beberapa perusahaan yang juga memicu lonjakan biaya logistik.

Menurutnya, kenaikan tarif dasar sewa gudang di Soekarno- Hatta per 2 Oktober 2016 juga melanggar undang-undang. “Seharusnya kenaikan tarif itu tidak seragam di antara perusahaan. Artinya, ini ada kartel, ada monopoli, dan kalau sewa gudang itu tidak dibayar sesuai dengan tarif yang baru, maka barang akan ditahan,” ujarnya di Jakarta, Minggu (2/10).

Sedikitnya sebanyak dua operator kargo di Soekarno-Hatta menaikkan tarif dasar sewa gedung, dan mulai berlaku 2 Okto- ber 2016. Kedua operator tersebut adalah PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) Tbk. dan PT Unex Inti Indonesia. Jasa Angkasa menetapkan tarif dasar jasa penanganan kargo dan pos di area pergudangan 520 & 530 Soekarno-Hatta yakni kargo ekspor sebesar Rp1.165 per kg per hari, kargo impor sebesar Rp1.570 per kg per hari dan rush handling sebesar Rp2.065 per kg per hari.

Untuk PT Unex Inti Indonesia juga menetapkan tarif hampir sama dengan Jasa Angkasa yak- ni kargo domestik sebesar Rp850 per kg, kargo ekspor Rp1.160 per kg, kargo impor Rp1.575 per kg dan rush handling sebesar Rp2.050 per kg. “Ada lima gudang utama di Bandara Soekarno Hatta, dan mereka semua memakai tarif yang seragam. Kita juga ketahui, kalau ada kenaikan sewa gudang, tentunya akan diikuti juga oleh gudang-gudang yang lain,” kata Arman.

Akibat kenaikan sewa gudang secara sepihak dan hampir sera- gam, dia mengungkapkan ALFI telah melaporkan hal itu kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Ombudsman RI. Bahkan, laporan ALFI kepada KPPU dan Om budsman RI juga mendapatkan dukungan dari Asosiasi Peru sahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo). 


“Tak hanya ALFI dan Aspe rindo saja yang dirugikan. Pelaku eksportir, terutama yang mendapatkan fasilitas Kawasan Berikat dan KITE juga dirugikan dengan kenaikan tarif yang sangat mendadak ini,” tuturnya.

Wakil Ketua Umum Asperindo Budi Paryanta menuturkan kenaikan tarif sewa gudang yang dijadwalkan per 2 Oktober 2016 merupakan bentuk ketidakseriusan pemerintah menurunkan biaya logistik.

“Kami menolak kenaikan itu. Tarif sewa gudang naik, belum biaya buat pass di bandara juganaik, bahkan tarif parkir sajanaik. Ini menunjukkan pemerintah tidak komit untuk menurunkan biaya logistik,” ujarnya. 


Budi menyebutkan Asperindo sudah melakukan sejumlah pen dekatan dengan mitra kerja untuk membatalkan kenaikan tersebut antara lain dengan ope- rator Bandara Soekarno-Hatta yakni PT Angkasa Pura II. Tidak hanya itu, Asperindo juga sudah melaporkan kenaikan tarif sewa gudang tersebut kepada KPPU agar kenaikan tarif sewa gudang di lini I terse- but tidak berimbas pada kenaik- an tarif sewa gudang di lini II.

“Jadi internal kita lakukan diskusi sampai dengan aksi kita apa nih. Kalau dengan KPPU dan sejenisnya, Ombsudman juga, kita sudah tahu kapasitas mereka. Mereka memang tidak dalam rangka menegur hanya memberikan rekomendasi.”

KENDALA BIROKRASI



Dikonfirmasi terkait itu, Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf belum mau berkomentar. Sementara itu, Corporate Secretary & Legal PT JAS Yoyok Priyowiwoho memilih untuk tidak menanggapi laporan ALFI dan Asperindo. “Sepertinya saya tidak dalam posisi untuk menanggapi. Namun, setahu saya, tidak semua operator itu menaik kan tarif jasa,” jelasnya.

Arman juga menjelaskan laporan kepada KPPU ternyata terkendala karena harus melewati terlebih dahulu prosedur yang berbelit-belit. Menurutnya, prosedur yang berbelit-belit tersebut tidak se suai dengan harapan para pelaku usaha yang menginginkan KPPU untuk dapat bekerja lebih cepat. Apalagi, tarif sewa gudang mulai berjalan pada 2 Oktober 2016. “Kami agak kecewa saja. ALFI sudah lama didirikan, tetapi ternyata masih dianggap anak baru. Padahal, kami sudah berikan dokumen dan data, tetapi malah harus dilaporkan sesuai prosedur terlebih dahulu,” katanya

Editor : Mia Chitra Dinisari - bisnis.com


PELAYANAN BANDARA SAM RATULANGI TERUS DITINGKATKAN



Pelayanan Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara terus ditingkatkan. Berbagai pembenahan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas salah satu bandara udara terbesar di kawasan Indonesia timur tersebut.

Salah satunya dengan memperpanjang landas pacu (runway) dari 2.650 meter menjadi 2.800 meter. Selain itu, luas area terminal juga akan ditingkatkan menjadi 4.000 meter persegi. Jumlah garbarata (gerbang menuju pesawat) juga ditambah menjadi lima buah.

Airport Operations and Readiness Department Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Sugito mengatakan peningkatan fasilitas dilakukan untuk mendukung pengembangan pariwisata di Sulawesi Utara.

"Tahun ini runway Sam Ratulangi akan ditambag menjadi 2.800 meter. Runway yang panjang akan membuat pesawat Airbus tipe A 350 yang berkapasitas sekitar 400 penumpang bisa mendarat. Ini pasti akan berdampak pada peningkatan jumlah penerbangan domestik maupun internasional,” ungkap Sugito, Rabu (27/4).

Selain itu, jelas Sugito, untuk makin memberikan kenyamanan kepada para penumpang, pada 2016 Bandara Sam Ratulangi juga akan diperluas. Akan ada perluasan ke arah cargo. Interiorpun akan dipercantik dengan rancangan yang disesuaikan dengan nuansa khas Sulawesi Utara.

"Rencana perluasan bandara masih ada di master plan. Masih dikaji. Tapi prinsipnya memberi kenyamanan pada wisatawan. Kita akan bangun di lantai satu dan dua, serta pemanfaatan lantai tiga untuk lounge,” ujarnya.

Bila ini terealisasi, Sugito yakin, Sulawesi Utara akan semakin popular di mata wisman. Hal yang sangat wajar mengingat Sulwesi Utara punya akses, atraksi, serta amenitas (dukungan fasilitas) wisata yang bagus.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sulawesi Utara Happy Korah mengatakan Bandara Sam Ratulangi merupakan gerbang utama wisata Sulawesi Utara.

"Inilah pintu masuk wisatawan yang ingin berwisata ke Bunaken, Bukit Kasih Kanonang, Pulau Siladen, Bukit Doa Tomohon, Danau Linow, Pulau Lihaga, Waruga, Pantai Lakban, Gunung Api Mahangetang hingga Taman Nasional Tangkoko," jelasnya. (RO/OL-2)

Sumber : Media Indonesia.

RIZAL RAMLI TEMUKAN WISATAWAN BAYAR VISA DI IMIGRASI





Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli masih menemukan banyaknya para pengguna jasa penerbangan luar negeri yang membayar visa on arrival di Bandara Soekarno-Hatta (BSH).

Padahal kebijakan bebas visa di Bandara Internasioonal tersebut sudah diberlakukan secara resmi oleh pemerintah Indonesia pada pertengah Maret 2016 lalu.

"Saya masih melihat ada banyak penumpang luar negeri yang statusnya sebagai wisatawan membayar 30 dollar AS untuk visa on arrival di Bandara Soekarno Hatta (BSH)," kata Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli saat melakukan sidak terkait kebijakan penerapan bebas visa di Terminal 2-F Bandara Soekarno-Hatta, Senin (25/4).

Karenanya, kata Rizal Ramli, pihaknya meminta kepada kementerian luar negeri agar lebih gencar melakukan sosialiasi bebas visa . Sebab, kata dia, dengan bebas visa, tentu akan mendongkrak jumlah wisatawan luar negeri untuk datang ke Indonesia. "Dengan meningkatnya jumlah wisatan luar negeri ke Indonesia, tentu akan menambah devisa yang cukup besar bagi Indeonesia," kata Rizal Romli.

Dan apabila sosialisasi tersebut dilakukan secara all out oleh semua pihak, kata dia, dalam waktu 10 tahun perkembangan dunia wisata di Indonesia aklan lebih maju dari sektor lainnya, seperti pertanian maupun perindustrian. "Saya yakin itu," kata Rizal Ramli.

Ditanya apakah masih adanya pembayaran visa bagi para wisatawan luar negeri itu adalah sebuah pelanggaran, Rizal Ramli mengatakan kemungkinan itu terjadi karena ketidak tahuan saja. Mengingat kebijakan bebas visa tersebvut hanya berlaku bagi mereka yang tinggal dibawah30 hari. Sedangkan jika lebih, pembayaran visanya tetap.

Sementara itu kepala Imigrasi Bandara Soekarno Hatta, Alief Suaidi, mengatakan, masih terjadinya pembanyaran Visa on arrival, karena banyaknya wisatawan yang tidak paham atas berapa lama mereka akan tinggal di Indonesia. Padahal di meja imigrasi dan di loket bank pembayaran pemberitahuan ketentuan itu sudah di tempel.

"Seperti warga Belgia tadi, tiba-tiba dia bayar saja, tanpa mempertanyakan terlebih dahulu," kilah Alif.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Budi Karya Sumadi mengucapkan terima kasihnya atas sidak yang dilakukan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli. Dan atas arahannya, ia berjanji akan melakukan koordinasi dengan seluruh unsur di Bandara Internasional tersebut, seperti Otoritas bandara dan lainnya.(OL-4)

Sumber : Media Indonesia.

SORONG PUNYA BANDARA MODERN



Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meresmikan beroperasinya Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong, di Papua Barat, Sabtu (30/4), setelah proses pengembangan bandara selama 5 tahun.

Saat ini Bandara DEO memiliki fasilitas bandara modern yang tidak kalah dengan bandara di kota-kota besar di Indonesia.


Pada bagian eksterior terminal penumpang, terlihat bentuk ornamen unik menyerupai buah pinang. Desain arsitektur bandara memang dirancang mencerminkan budaya setempat, yang hingga kini makan buah pinang masih menjadi kebiasaan warga Papua.

Selain itu, bagian interiornya juga telah dipercantik dan dilengkapi sejumlah fasilitas seperti garbarata dan fixed bridge, baggage handling system, lift terminal, x-ray bagasi dan kabin multi view, walkthrough metal detector dan pembaruan desain interior terminal.
Dengan gedung terminal penumpang yang diperluas hingga 13.700 m2, Bandara DEO dapat menampung 782 penumpang.

Sebagai bandara pengumpan, Bandara DEO melayani penerbangan berjadwal domestik yang dioperasikan oleh beberapa maskapai di antaranya Garuda Indonesia, Sriwijaya Air dan Ekspress.

Selain itu, bandara tersibuk dan terbesar di semenanjung kepala burung Papua ini juga melayani penerbangan perintis yang dioperasikan maskapai Susi Air ke beberapa wilayah sekitar seperti Ayawasi, Inawatan, Teminabuan, dan Waisai. Dengan panjang 2.060 meter dan lebar 45 meter, landas pacu bandara ini dapat didarati pesawat sejenis Boeing seri 737.(X-11)

Sumber : Media Indonesia.

TIGA BUMN TRAPORTASI KERJA SAMA INTEGRASI ANTARMODA



Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyedia jasa transportasi, yaitu PT Garuda Indonesia, PT Kereta Api Indonesia, dan PT Angkasa Pura I bekerja sama di bidang integrasi antarmoda transportasi.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia M Arif Wibowo dalam keterangan tertulis, Kamis (28/4), mengatakan kerja sama tersebut untuk mewujudkan komitmen dalam mendukung potensi pariwisata Indonesia dan program pengembangan jaringan yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di bidang kerja sama integrasi antarmoda transportasi yang dilakukan masing-masing Direktur Utama ketiga BUMN yaitu M Arif Wibowo (Garuda Indonesia), Edi Sukmoro (PT Kereta Api Indonesia), dan Sulistyo Wimbo Hardjito (Angkasa Pura I), dan disaksikan Menteri BUMN Rini M Soemarno.

Arif mengatakan kerja sama integrasi antarmoda transportasi tersebut akan diterapkan di empat bandara di Tengah dan Timur Indonesia, yaitu Bandara Internasional Juanda Surabaya, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Internasional Kulonprogo Yogyakarta, dan Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo.

Menurut dia, kerja sama tersebut merupakan langkah strategis Garuda dalam mendukung pengembangan pariwisata, sekaligus memperluas jaringan Garuda di Indonesia bagian Tengah dan Timur.

"MoU yang ditandatangani akan ditindaklanjuti dengan berbagai bentuk kerja sama strategis antar-BUMN yang mencakup kerja sama pelayanan penumpang, juga integrasi program advertising (periklanan) dan marketing (pemasaran). Ke depannya kami berharap kerja sama ini dapat terus dikembangkan, bahkan dengan BUMN lain," katanya.

Menteri BUMN RI Rini M Soemarno mengapresiasi sinergi BUMN yang terlaksana dalam mendukung pariwisata Indonesia.

"Kita semua menyadari bahwa untuk mempersembahkan yang terbaik bagi negeri membutuhkan usaha dan komitmen dari berbagai pihak. Sinergi yang diwujudkan oleh Garuda, KAI dan AP-I dalam kerja sama integrasi antarmoda transportasi, yang tentu saja diharapkan akan memberikan pelayanan dan kenyamanan yang lebih baik dan nilai lebih kepada seluruh pengguna jasa dari masing-masing BUMN yang terlibat," katanya.

Dalam nota kesepahaman tersebut tersebut, Garuda Indonesia, KAI dan Angkasa Pura I sepakat akan mengintegrasikan layanan penumpang - yang merupakan pengguna jasa dari ketiga BUMN, termasuk city check-in, penanganan bagasi, ruang tunggu penumpang, dan informasi/jadwal penerbangan dan kereta api, untuk mewujudkan perjalanan wisata maupun bisnis yang dilaksanakan lebih lancar dan nyaman.

Di samping itu, nota kesepahaman tersebut juga akan dikembangkan pada berbagai bentuk kerja sama lainnya seperti kerja sama pemasaran, periklanan dan bentuk joint promotion lainnya.

Pada 2015, Garuda Indonesia telah melaksanakan kerja sama dengan PT KAI di bidang Corporate Sales, di mana Garuda Indonesia menjadi penerbangan resmi bagi karyawan beserta keluarga di seluruh unit PT KAI dan afiliasinya, dan berlaku untuk perjalanan dinas maupun perjalanan nondinas.

Melalui kerja sama tersebut, Garuda Indonesia memberikan harga khusus (special corporate fare) bagi PT KAI untuk semua rute domestik dan internasional, dengan layanan tambahan antara lain berupa tambahan muatan bagasi (excess baggage) sejumlah 10 kilogram, konter check-in khusus pelanggan korporat di bandara, prioritas reservasi dan pembukuan grup, kargo, dan berbagai kemudahan lainnya. (Ant/OL-3)

Sumber : Media Indonesia.

PERUSAHAAN GROUND HANDLING DI HALIM DIBEKUKAN



Kementrian Perhubungan membeku kan perusahaan ground handling terkait insiden tabrakan pesawat Batik Air dan Trans Nusa di Bandara Halim Perdanakusuma, Senin (4/4) malam. Pembekuan itu berlaku hingga investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) selesai.

Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi M Djuraid menegaskan hal itu di Jakarta, kemarin.“Izin operasi perusahaan ground handling dibekukan sampai ada rekomendasi KNKT dan perusahaan bersangkutan menjalankan rekomendasi tersebut.“

Ia menambahkan, Menhub juga telah menegur Dirut Angkasa Pura II karena sudah hampir dua pekan Bandara Halim Perdanakusuma tidak memi liki kepala bandara setelah dimutasi ke Bandara Kuala Namu. Selain itu, kedua pesawat yang terlibat insiden ditahan un tuk pemeriksaan lebih lanjut.

Perusahaan ground handling yang dibekukan Kemenhub ialah PT Jasa Ang kasa Semesta (PT JAS). Corporate Secretary PT JAS Yoyok Priwahyono pun mengatakan pihaknya akan mematuhi kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

“Kami tunduk dan patuh pada setiap aturan operasional yang berlaku dalam lingkup domestik maupun internasional. Oleh karena itu, kami menyerahkan proses investigasi ini kepada pihak berwenang dan akan tunduk pada hasil investigasi dan rekomendasi yang dihasilkan dalam proses ini,“ kata Yoyok.

Direktur Operasional Lembaga Penye lenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia Wisnu Darjono mengatakan petugas air traffic con troller (ATC) di Bandara Halim Perdanakusuma dirumahkan atau tidak dipekerjakan selama KNKT masih menyelidiki insiden tabrakan pesawat itu.

“Kami grounded (bebastugaskan) selama tiga minggu dalam rangka penelitian. Satu minggu agar dia tenang dulu. Gangguan emosional berpengaruh pada psikologi mereka.Kita evaluasi dan investigasi, ada kondisi faktor apa kejadian ini terjadi.Semalam, tiga orang yang bertugas, controller, asisten, dan supervisor,“ jelas Wisnu.

Sementara itu, hanya sehari setelah tabrakan pesawat Batik Air dan Tran Nusa, sebuah insiden lain terjadi. Pesawat Wings Air nomor penerbangan IW-1922 rute Kupang-Wai ngapu dilaporkan menabrak rambu di landasan Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur, kemarin.

Pesawat yang mengangkut 40 penumpang tersebut dilaporkan mengalami kerusakan berat. Bodi pesawat robek. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden tersebut. “Benar, tadi (kemarin) pesawat Wings Air menabrak rambu, tetapi tidak ada korban jiwa,“ kata Kepala Kantor SAR Kupang I Gede Ardana.

Dia menambahkan, kecelakaan terjadi saat pesawat push back untuk lepas landas. Namun, bagian belakang pesawat menabrak lampu sehingga mengalami kerusakan. Peristiwa itu mengakibatkan penerbangan Wings Air tersebut dibatalkan. Saat ini, pihak Lion Air yang mengoperasikan pesawat tersebut masih menunggu investigasi KNKT. (Adi/PO/X-7)


Sumber : Media Indonesia

BANDARA HALIM TIDAK PENUHI PERSYARATAN PENERBANGAN KOMERSIL



Peristiwa tabrakan antara pesawat Batik Air nomor penerbangan 7703 rute Jakarta-Makassar dengan pesawat ATR Transnusa di landas pacu Bandara Halim Perdana Kusuma, Senin (4/4) malam disebabkan kurangnya fasilitas di bandara tersebut.

Insiden terjadi saat pesawat Batik Air akan lepas landas (take off). Secara bersamaan, di landasan yang sama, pesawat Transnusa nomor registrasi PK-TNJ tengah dipindahkan (towing) menuju hanggar.

Pengamat transportasi penerbangan yang juga mantan Kepala Staf TNI AU, Marsekal (Purn) Chappy Hakim menilai insiden ini tidak bisa dihindari karena bandara Halim Perdanakusuma tidak memiliki jalan penghubung (taxiway) yang berfungsi sebagai tempat antre pesawat sebelum take off.

Taxiway juga berfungsi sebagai penghubung antara landasan pacu (runway) dengan pelataran pesawat (apron), hangar atau fasilitas lain di bandara.

"Bandara Halim Perdanakusuma dipaksa untuk mengakomodasi perjalanan komersil. Padahal tidak memenuhi persyaratan. Tabrakan hanya soal waktu saja. Beruntung tidak ada korban jiwa," tutur Chappy.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi bahkan menyebut kecelakaan ini sebagai keteledoran serius yang pantas diusut Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Ini menandakan tidak ada koordinasi antara petugas ATC dengan petugas darat yang sedang menarik pesawat Transnusa ke hanggar," kata Tulus.

Insiden ini, lanjut Tulus, juga membuktikan bahwa keselamatan penerbangan di Indonesia masih rendah. Untuk itu, kemenhub harus memberi sanksi pada petugas yang terlibat insiden ini, termasuk manajemen Bandara Halim Perdanakusuma.

Akibat insiden ini bandara Halim yang awalnya hanya akan ditutup hingga pukul 22.00, berlanjut ditutup hingga pukul 24.00. (OL-2)

Sumber : Media Indonesia

PENUTUPAN BANDARA HALIM DIPERPANJANG



Penutupan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur diperpanjang hingga 24.00 WIB menyusul insiden tabrakan Pesawat Batik Air dan Transnusa pada Senin (4/4) pukul 19.55 WIB.

"Sesuai Notam Nomor A1006, penutupan Runway Bandara Halim Perdanakusuma diperpanjang sampai dengan estimasi tanggal 4 April 2016 pukul 24.00 WIB karena proses evakuasi pesawat Batik," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub JA Barata di Jakarta, Senin malam.

Sebelumnya, runway (landasan pacu) Bandara Halim Perdanakusuma ditutup sementara sampai dengan estimasi tanggal 4 April 2016 pukul 22.00 WIB karena proses evakuasi pesawat Batik.

Pesawat Batik Air dengan rute Halim Perdanakusuma - Ujung Pandang, registrasi PK-LBS, nomor penerbangan ID 7703 bersenggolan dengan pesawat Transnusa sesaat sebelum lepas landas pada Senin (4/4) pukul 19.55 WIB.

Direktur Utama Lion Air Group Edward Sirait mengatakan pesawat Batik Air sudah "di-release" untuk lepas landas oleh menara pengawas (ATC) dan sewaktu melakukan proses "take off" atau lepas landas bersenggolan dengan pesawat trans nusa yang saat itu sedang ditarik oleh traktor (dalam proses pemindahan).

"Karena hal itu Pilot in Command memutuskan untuk membatalkan take off (aborted take off) untuk memastikan keselamatan penumpang," katanya.

Edward mengatakan pesawat Batik Air ID 7703 membawa 49 penumpang dan tujuh kru pesawat dan dipastikan semua penumpang dan kru dalam keadaan selamat dan akan diterbangkan menggunakan pesawat pengganti dengan registrasi yg lain.

"Terkait dengan apa yang terjadi, kita akan menunggu hasil penyelidikan dari lembaga yang berwenang", ujar Edward.

Sumber : Media Indonesia

TABRAKAN PESAWAT DINILAI KARENA KETELEDORAN



Tabrakan antara pesawat Batik Air dan Trans Nusa merupakan keteledoran yang sangat serius dan harus diusut tuntas.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengungkapkan hal tersebut saat menanggapi insiden yang berlangsung di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, tadi malam.

Menurut Tulus, insiden itu menandakan tidak adanya koordinasi antara petugas air traffic control (ATC) dan petugas darat yang sedang menarik pesawat Trans Nusa ke hanggar.

"Ini juga bukti bahwa tingkat keselamatan penerbangan di Indonesia masih rendah," tegas Tulus.

Karena itu, YLKI meminta Komisi Nasio-nal Keselamatan Transportasi (KNKT) meng-usut tuntas kejadian tersebut.

Kementerian Perhubungan pun didesak memberikan sanksi tegas kepada petugas yang terlibat dalam insiden.

"Termasuk kepada manajemen Bandara Halim Perdanakusuma."

Pengamat transportasi penerbangan sekaligus mantan Kepala Staf TNI-AU, Marsekal (Purn) Chappy Hakim, berpendapat insiden itu tidak bisa dihindari karena Bandara Halim Perdana-kusuma tidak memiliki taxiway atau jalan penghubung yang berfungsi sebagai tempat antre pesawat sebelum lepas landas.

"Bandara Halim Perdanakusuma dipaksa untuk mengakomodasi perjalanan komersial, padahal tidak memenuhi persyaratan. Tabrakan hanya soal waktu. Beruntung tidak ada korban jiwa," tutur Chappy.

Kemenhub menyatakan tabrakan antara pesawat Trans Nusa jenis ATR reg PK-TNJ dan Batik Air jenis Boeing 737-800 reg PK-LBS rute HLP-UPG (Makassar) terjadi sekitar pukul 19.55 WIB.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub JA Barata mengatakan ketika pesawat Batik Air lepas landas, di saat bersamaan pesawat Trans Nusa yang berada di landasan pacu tengah ditarik menuju hanggar.

Pesawat ATR mengalami kerusakan di ekor dan sayap bagian kiri, sedangkan pesawat Batik Air di ujung sayap sebelah kiri. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu.

Manajer Public Relation Angkasa Pura II Haerul Anwar saat dimintai keterangan terkait koordinasi ATC dengan petugas pemindahan pesawat

Trans Nusa mengatakan hal itu masih diselidiki.

Senada, Dirut Lion Air Group Edward Sirait menyatakan, "Terkait apa yang terjadi, kita menunggu hasil penyelidikan lembaga berwenang."

Sumber : Media Indonesia

PASSENGER SERVICE CHARGE DI BANDARA SOETA KEMBALI NAIK



Angkasa Pura II akan menaikkan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau yang dikenal dengan passenger service charge atau airport tax terhitung mulai tanggal 1 April mendatang. Kenaikan ini terutama diberlakukan di Bandara Soekarno – Hatta, Banten untuk penumpang domestik dan juga internasional.

Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura II, Agus Haryadi mengatakan kenaikan ini disebabkan adanya peningkatan pelayanan di beberapa bandara besar di Indonesia yang berada di bawah pengelolaan Angkasa Pura II.

“Ini demi kenyamanan penumpang pesawat udara,” ucap Agus.

Menurut Agus, sebelum menaikkan harga ini pihaknya telah terlebih dulu mengadakan survey mengenai besaran angka yang pantas. Sehingga pihaknya yakin kenaikan ini akan dapat diterima oleh para penumpang, apalagi kenaikan ini telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Perhubungan.

Agus menjelaskan, selain Bandara Soekarno – Hatta, terdapat enam bandara lain yang juga akan mengalami kenaikan, yaitu Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Bandara Supadio Pontianak, Bandara Minangkabau Padang, Bandara Husein Sastranegara Bandung dan Bandara Depati Amir Pangkal Pinang.

Dengan tarif baru ini, maka airport tax di Bandara Soekarno – Hatta Terminal 1 naik dari Rp 40.000 menjadi Rp 50.000, Terminal 2 domestik dari Rp 40.000 menjadi Rp 60.000, Terminal 3 domestik dari Rp 40.000 menjadi Rp 60.000, sedangkan untuk penerbangan internasional tidak mengalami perubahan dan tetap Rp 150.000. Untuk di Terminal 3 Ultimate yang masih dalam pembangunan, nantinya tarif PJP2U untuk penerbangan internasional akan dikenakan sebesar Rp 200.000.


Sumber : runway-aviation

PRESIDEN RESMIKAN BANDARA JUWATA TARAKAN



Presiden Joko Widodo pekan lalu meresmikan Bandar Udara Internasional Juwata di Tarakan, Kalimantan Utara. Bandara ini akan menjadi penghubung antara Indonesia dengan Malaysia, Filipina, dan Brunei.

Dalam sambutannya, Presiden menekankan pada pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia baik jalan raya maupun prasarana perhubungan. Ia mengatakan hal itu dilakukan guna meningkatkan konektivitas antar wilayah serta menurunkan biaya logistik yang menurut Jokowi masih sangat tinggi di Indonesia.

“Sebab itu kita harus mempercepat pembangunan infrastruktur untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur, kalau tidak kita akan ditinggal oleh kompetisi”, kata Presiden seperti dikutip dari situs Kemenhub.

Presiden lebih lanjut menyatakan Bandara Juwata bakal menjadi prasarana yang mengkoneksikan provinsi-provinsi di sebelah utara Pulau Kalimantan. “Bandara ini akan menjadi bandara sebelah utara Indonesia yang menghubungkan Filipina, Brunei, dan Malaysia karena memungkinkan panjang runway ditambah menjadi 2.500 meter tahun ini,” ucapnya.

Sementara itu Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, saat ini panjang runway di Bandara Internasional Juwata 2.250 m x 45 m. Ditargetkan bandara ini akan diperpanjang lagi runway-nya hingga 2.500 pada tahun 2016. Untuk itu Kemenhub telah menyiapkan anggaran APBN sebesar 130 miliar.

“Tahun ini dibangun, tahun ini juga selesai,” ucap Jona.

Jonan menambahkan, Bandara Juwata memiliki posisi yang strategis karena akan menyambungkan Jakarta ke kota-kota yang terletak di Malaysia (dekat Kalimantan), Filipina, Brunei, bahkan Hongkong banyak melewati utara Kalimantan. “Bahkan dari Hongkong. Kalau dari Hongkong masuk Jakarta pasti lewat Kalimantan sehingga kami harapkan ada kesempatan untuk bandara ini menjadi bandara transit internasional,” imbuh Jonan.

Terminal baru di Bandara Internasional Juwata dibangun sejak 2010 dan selesai pada 2015. Terminal yang dibangun dengan sumber APBN multiyears mencapai Rp 172 miliar itu saat ini mempunyai luas 12.440 m2 dengan kapasitas di waktu sibuk mencapai 2.073 penumpang. Pada 2015, trafik penumpangnya mencapai 1 juta penumpang.

Photo : Kemenhub

Sumber : runway-aviation

PRESIDEN JOKOWI RESMIKAN PENGEMBANGAN BANDARA REMBELE ACEH



Presiden Joko Widodo meresmikan pengembangan Bandara Rembele di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, yang ditandai dengan penekanan tombol sirine, Rabu (2/3)

Hadir dalam acara peresmian pengembangan bandara itu antara lain Menhub Ignasius Jonan, Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono, Seskab Pramono Anung dan Gubernur Aceh Zaini Abdullah.

Bandara Rembele merupakan satu-satunya pintu gerbang utama melalui jalur udara untuk memasuki daerah dataran tinggi Gayo. "Bandara yang mulai dibangun sejak awal tahun 2000 ini memiliki peran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tengah Aceh," kata Gubernur Aceh Abdullah Zaini.

Zaini mengatakan keberadaan bandara tersebut akan mampu memudahkan akses wisatawan dan dunia usaha datang ke tanah Gayo, sehingga peluang untuk mengembangkan potensi daerah ini semakin terbuka. Bandara Rembele merupakan bandara yang menghubungkan daerah wisata Dataran Tinggi Gayo dengan daerah lain.

Pengembangan fasilitas Bandara Rembele telah dimulai sejak 2014 hingga 2015 baik pada sisi udara maupun sisi darat.

Dia menjelaskan pada sisi udara telah dibangun perpanjangan landasan dari semula 30 x 1.400 meter menjadi 30 x 2.250 meter. Selain itu telah dilakukan juga perluasan apron dari 80 meter x 106 meter menjadi 95 meter x 150 meter, pelapisan landasan pacu dan taxiway.

Sedangkan pada sisi darat, lanjut dia, pengembangan yang dilakukan di antaranya, perluasan terminal dari semula 400 meter persegi menjadi 1.000 meter persegi dan juga mempercantik tampilan interior terminal. Perluasan terminal bandara tersebut diproyeksikan mampu menampung 200.000 penumpang per tahun.

Bandara Rembele saat ini hanya mampu didarati oleh pesawat sebesar Fokker 50 atau CN 235. Nantinya dengan pengembangan fasilitas tersebut, Bandara Rembele akan mampu didarati pesawat Boeing 737-series.

Bandara Rembele terletak di Gampong Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, dengan ketinggian di perbukitan sekitar 1.400 meter dari permukaan laut.

Selain meresmikan Bandara Rembele, Presiden juga akan meninjau beberapa proyek infrastruktur di Sumatra Utara seperti jalur kereta api dan jalan tol.(X-11)

Sumber : Media Indonesia

BANDARA PONDOK CABE HANYA LAYANI ENAM PENERBANGAN SEHARI




Rencana Garuda Indonesia dan Pertamina untuk melayani penerbangan komersial dari Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan mendekati kenyataan. Kementerian Perhubungan memberikan lampu hijau terhadap komersialisasi Bandara Pondok Cabe, asalkan pengelolaan bandara itu di bawah Angkasa Pura II (AP II). Alasannya, ruang udara Bandara Pondok Cabe bersinggungan dengan ruang udara Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta Timur yang dikelola oleh Angkasa Pura II, sehingga koordinasi bakal lebih mudah kalau pengelolaan Bandara Pondok Cabe diserahkan kepada Angkasa Pura II.

Seperti diketahui, Bandara Pondok Cabe merupakan bandara yang dimiliki oleh Pertamina dan dikelola oleh anak usaha Pertamina, Pelita Air Service. Selama ini Bandara Pondok Cabe hanya melayani penerbangan khusus untuk kepentingan Pertamina ke sejumlah kota di Indonesia. Operasional penerbangan di bandara ini pun sangat terbatas dan tidak banyak selama masih berstatus sebagai bandara khusus.

Director of Operations & Engineering Angkasa Pura II Djoko Murjatmodjo mengatakan, setelah menjadi bandara umum, Bandara Pondok Cabe hanya akan melayani hingga enam penerbangan dalam sehari. Seluruh penerbangan itu bakal dioperasikan oleh Garuda Indonesia menggunakan pesawat ATR 72-600. “Kami jelaskan, Bandara Pondok Cabe itu berbeda jauh dengan Bandara Soekarno-Hatta, trafficnya nanti empat sampai enam penerbangan dalam sehari,” ujar Djoko.

Terkait dengan penolakan warga setempat terhadap pengubahan fungsi Bandara Pondok Cabe dari bandara khusus menjadi bandara umum, Djoko menjelaskan warga tidak perlu khawatir operasional penerbangan akan mengganggu ketenangan. Pasalnya, Bandara Pondok Cabe tidak akan melayani penerbangan komersial dengan pesawat jet. Seluruh penerbangan hanya akan dilayani dengan pesawat baling-baling yang tidak menimbulkan jet blast maupun suara bising. “Ini kan nanti pesawatnya ATR, atau menggunakan baling-baling, tidak sama dengan mesin jet. Tingkat kebisingan relatif rendah, dorongan mesin pun tak sama dengan mesin jet,” terangnya.

Foto: Istimewa
Sumber : indo-aviation

AP I SIAP BERIKAN DISKON LANDING FREE DI BANDARA SAM RATULANGI




Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pengelola bandara di wilayah timur Indonesia, Angkasa Pura I (AP I), mengaku siap memberikan diskon biaya pendaratan (landing fee) bagi maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Namun, diskon landing fee itu hanya berlaku bagi maskapai penerbangan yang sudi membuka rute penerbangan internasional dari Manado.

General Manager Angkasa Pura I Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado Halendara Waworuntu mengatakan bahwa rute penerbangan internasional yang bisa dibuka oleh maskapai penerbangan antara lain dari Manado tujuan dua kota di Filipina, yaitu Davao dan Manila. “Maskapai membuka rute Manado-Davao dan Manado-Manila akan diberikan keringanan, tujuannya untuk menambah jalur penerbangan mancanegara dari dan ke Manado,” kata Halendara.

Menurut Halendara, diskon landing fee diberikan oleh Angkasa Pura I untuk memberikan rangsangan kepada maskapai penerbangan agar mau menghidupkan kembali layanan penerbangan menuju dua kota besar di Filipina itu. “Kita berusaha penerbangan dari Manado ke Davao hidup kembali begitu juga dengan Manado-Manila, karena itu kami akan berikan diskon biaya landing dan parkir. Jika ada yang minat ini terbuka bagi siapa saja,” jelas Halendra.

Halendara menambahkan, layanan penerbangan Manado-Davao dan Manado-Manila memiliki potensi yang cukup tinggi. Apalagi jarak antara Manado dengan kedua kota di Filipina itu tergolong sangat dekat. “Dalam waktu dekat kita akan promosi jalur ini ke Davao dan Manila harapan kami ini akan langsung ditanggapi oleh pemangku kepentingan untuk menghidupkan rute yang dulu pernah ada,” katanya.

Foto: Angkasa Pura I
Sumber : indo-aviation

WIRASABA SEDOT DANA RATUSAN MILIAR




Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng), dan beberapa pemerintah kabupaten di Jateng selatan bahu-membahu mewujudkan Lapangan Udara (Lanud) Wirasaba menjadi Bandara Wirasaba untuk penerbangan komersial.

Ratusan miliar telah disiapkan sebagai persiapan pengembangan bandara dan infrastruktur jalan baik dari Purbalingga maupun Banyumas dan Purwokerto.

Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Heru Sudjatmoko mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah berkomitmen untuk mengalokasikan anggaran Rp150 miliar untuk pengembangan Wirasaba menjadi bandara komersial.

"Anggaran itu akan dialokasikan melalui APBN Perubahan 2016. Dana dialokasikan, karena Menhub telah sepakat dengan pengembangan bandara di Purbalingga ini," kata Wagub saat meninjau persiapan pembangunan Wirasaba sebagai bandara pada Sabtu (20/2).

Wagub berharap Pemkab Purbalingga dapat mendukung fasilitas penunjang bandara seperti infrastruktur jalan ke bandara.

Selain itu, pemkab diminta agar memfasilitasi pembebasan lahan agar dapat berjalan lancar.

"Pemprov Jateng bakal melakukan pembangunan infrastruktur berupa pelebaran jalan sepanjang 7 meter dari Jembatan Linggamas di perbatasan antara Purbalingga dan Banyumas ke arah barat sepanjang 3,28 km. Pembebasan lahan disiapkan Rp15 miliar dan untuk pembangunan infrastruktur jalan senilai Rp15 miliar," kata Heru.

Menurutnya, pembangunan fisik bakal dimulai pada akhir 2016 atau maksimal pada 2017 mendatang.

Berdasarkan laporan dari otoritas Lanud Wirasaba, diperlukan perpanjangan landasan hingga 1.500 meter dan pelebaran

40 meter untuk pendaratan pesawat ATR. Oleh karena itu, perlu ada pembebasan lahan sekitar 5 ha.

Selain itu, nantinya Bandara Wirasaba membutuhkan fasilitas keamanan penerbangan seperti pemadam kebakaran, ambulans, menara navigasi serta penampungan bahan bakar berupa tangki yang dipendam.

Pembangunan bandara itu, lanjut Heru, akan menggenjot pertumbuhan ekonomi di Jateng bagian selatan yang selama ini tertinggal dari bagian lainnya di Jateng.

"Selama ini, pembangunan ekonomi di Jateng bagian barat dan selatan lebih tertinggal jika dibandingkan dengan bagian utara, tengah, dan timur. Maka adanya Bandara Wirasaba diharapkan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah setempat," tambahnya.

Pada bagian lain, Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan pemkab menyiapkan dana Rp200 miliar hingga Rp250 miliar untuk pembangunan jalan dari Banyumas menuju Bandara Wirasaba.

"Dana tersebut diambilkan dari APBD Perubahan 2016 dan APBD 2017. Dana itu dipakai untuk pembebasan tanah di Kecamatan Sokaraja dan Kalibagor," katanya.

Bandara Sultra

Di sisi lain, Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan meminta masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) memaksimalkan pemanfaatan lima bandara udara (bandara) di daerah itu.

"Sultra merupakan satu-satunya daerah di Indonesia yang memiliki bandara dan semuanya bisa didarati berbagai jenis pesawat jet," kata Iganisus Jonan saat meresmikan Pelabuhan Penyeberangan Amolengo (Kabupaten Konawe Selatan) dan Pelabuhan Labuan (Kabupaten Buton Utara) di Andoolo (Ibu Kota Kabupaten Konawe Selatan), Sabtu (20/2).

Ia menyebutkan ada lima bandara di Sultra, yakni Bandara Haluoleo, Bandara Sangia Nibandera, Bandara Matahora, Bandara Betoambari, dan Bandara Sugimanuru. (HM/N-1) 

Sumber : Media Indonesia

GARUDA PERLUAS KERJASAMA DENGAN AIRBUS




Garuda Indonesia Group dan Airbus bekerja sama peningkatan dukungan pelatihan pemeliharaan pesawat untuk GMF AeroAsia. Kedua perusahaan juga berencana untuk melakukan kajian bersama rencana revitalisasi pesawat Airbus milik Garuda Indonesia.

Sebelumnya kedua perusahaan sudah berkolaborasi di bidang dalam hal pelatihan pemeliharaan pesawat di Indonesia. Kesepakatan kerja sama ini ditandatangani oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo dan CEO Airbus Fabrice Bregier.

Menurutnya kesepakatan akan membantu Garuda Indonesia untuk memberikan pelayanan yang lebih baik pada pelanggan dan meningkatkan kemampuan dan pelayanan. Di samping itu, kerja sama memperkuat kemitraan karena Airbus akan mendukung rencana restrukturisasi pesawat Airbus.

"Dukungan dan keahlian Airbus di bidang pelatihan membawa manfaat bagi perkembangan Garuda Indonesia," ujar Arif dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (17/2).

Kesepakatan ini juga meliputi komitmen Airbus untuk mendukung revitalisasi pesawat Airbus milik Garuda Indonesia. Dalam hal ini, Airbus akan fokus pada kesesuaian pesawat Airbus terbaru yakni A320neo dan A330neo, agar dapat sejalan dengan kebutuhan perusahaan berkode emitean GIAA tersebut.

"Saat ini, Garuda Indonesia Group menetapkan standar di antara maskapai full service, LCCs dan MROs," kata Fabrice.

Pesawat terbaru Airbus, yakni A320neo atau A330neo akan memberikan Garuda Indonesia Group tingkat kenyamanan dan efisiensi tertinggi yang tersedia di pasar saat ini. Selain sarana terbaik untuk mempertahankan pertumbuhan dan kesuksesan Garuda.

Airbus merupakan produsen pesawat penumpang yang paling modern dan komprehensif di dunia. Produknya memiliki kapasitas yang beragam mulai dari 100 hingga lebih dari 500 tempat duduk. Airbus telah menjual hingga lebih dari 16.300 pesawat kepada lebih dari 380 pelanggan. (OL-2)

Sumber : Media Indonesia


CITILINK TERTARIK BUKA RUTE JAKARTA - LOMBOK




Maskapai penerbangan berbiaya rendah Citilink Indonesia pada tahun ini akan mendatangkan delapan pesawat Airbus A320 baru untuk memperkuat armadanya. 

Pesawat-pesawat itu akan digunakan oleh perusahaan untuk melakukan ekspansi, baik itu membuka rute penerbangan baru maupun menambah frekuensi penerbangan yang sudah ada. Salah satu rute penerbangan yang menjadi incaran Citilink Indonesia adalah Jakarta-Lombok.

Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia Group Benny Siga Butarbutar mengatakan bahwa pembukaan rute penerbangan Jakarta-Lombok bisa melengkapi rute penerbangan Lombok-Surabaya yang sudah ada saat ini. 

“Citilink belum melayani rute penerbangan Jakarta-Lombok dan sebaliknya, baru Garuda saja. Kalau rute Surabaya-Lombok, bisa jadi ada penambahan frekuensi penerbangan, jadi kami kaji dulu prospeknya,” ungkap Benny.

Sebelumnya Citilink Indonesia telah menutup rute penerbangan Bandung-Lombok lantaran sepi penumpang. Penumpang rute penerbangan Bandung-Lombok biasanya hanya ramai saat musim liburan atau di akhir pekan saja, sedangkan di hari biasa permintaan sangat rendah. 

Namun, anak perusahaan Garuda Indonesia itu masih mempertimbangkan untuk membuka kembali rute penerbangan Bandung-Lombok dengna frekuensi satu atau dua kali seminggu karena ada permintaan dari pemerintah daerah. 

“Kami masih lakukan kajian apakah frekuensi penerbangan Bandung-Lombok dan sebaliknya seminggu dua kali atau hanya di akhir pekan saja, karena permintaan dari pemerintah daerah juga ada,” ucap Benny.

Foto: Leonardo Kosasih/PhotoV2.com for Indo-Aviation.com
Sumber : indo-aviation.com

GARUDA AKAN KONSULDASI DULU TERKAIT OPEARASI DI BANDARA PONDOK CABE



Keinginan maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia untuk melayani penerbangan komersial di Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Banten, belum menemukan titik terang. 

Selain mendapatkan penolakan dari warga setempat karena bisa membuat jalanan semakin macet, izin operasional Bandara Pondok Cabe sebagai bandara komersial pun belum diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan.

Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia Group Benny Siga Butarbutar mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak terkait agar rencana pengoperasikan penerbangan dai Bandara Pondok Cabe berjalan mulus. 

“Sejauh ini kami masih melakukan konsolidasi baik ke dalam, dengan Pertamina atau Pelita, dan juga keluar dengan‎ Kementerian Perhubungan,” ujar Benny.

Menurut Benny, konsolidasi ini sangat penting agar setiap instansi memahami betapa pentingnya konektivitas antara daerah. Dia berharap setiap instansi dapat bersatu untuk mewujudkan tujuan yang sama. 

“Ini perlu dipahami dengan baik di semua pihak, karena semangat untuk sinergi, (komunikasi dengan Kementerian Perhubungan) sudah dilakukan pihak Pelita, selaku pengelola bandara nantinya,” ucapnya.

Seperti diketahui, pada tahun lalu Garuda Indonesia sudah menjalin kesepakatan dengan Pertamina selaku pemilik Bandara Pondok Cabe untuk mengoperasikan penerbangan komersial dari bandara tersebut. 

Bandara Pondok Cabe sendiri dikelola oleh anak perusahaan Pertamina, Pelita Air Service, dan digunakan untuk melayani penerbangan yang terkait dengan kepentingan Pertamina. Rencananya, penerbangan komersial dari Bandara Pondok Cabe di mulai pada Maret 2016 dengan membidik sejumlah rute penerbangan, seperti menuju Lubuklinggau, Palembang, Bandar Lampung, Semarang, Yogyakarta, Cilacap, Pangkalan Bun, dan Ketapang.

Foto: ATR
Sumber : indo-aviation.com

TERMINAL BARU BANDARA SORONG DIOPERASIKAN



Terminal baru di Bandara Domine Edward Osok di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, dioperasikan. Presiden dijadwalkan meresmikan terminal tersebut pada Maret.

Kepala Bandara Paryono mengatakan pembangunan terminal baru Bandara Domine sudah rampung. Pengoperasian sebelum peresmian oleh Presiden untuk melihat kemungkinan ada kekurangan.

Paryono menyampaikan, pembangunan terminal baru di Bandara Domine secara bertahap sejak 2014 dengan anggaran mencapai Rp200 miliar.

"Kita operasikan terminal baru agar melihat kekurangan falisitas pendukung serta jumlah personel karena terminal ini sangat besar," kata Paryono di Sorong, Rabu (3/2/2016).

Dia mengatakan, jumlah personel khususnya sekuriti dan petugas kebersihan saat ini masih terbatas. Namun, pengelola bandara segera menambah sebelum terminal diresmikan.

Bangunan lama terminal akan dibongkar pada pertengahan bulan ini, lalu dijadikan lahan parkir kendaraan pengunjung. Pengelola bandara membatasi pedagang yang bisa berjualan di terminal baru. (Antara)

TRK/METRONEWS

AIRIN INGATKAN PELITA AIR SERVICE AGAR MENDENGAR KELUHAN WARGA



Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, mengingatkan PT Pelita Air Service (PAS) untuk mendengarkan keluhan warga terkait rencana komersialisasi Bandara Pondok Cabe. Sebab warga merasa tak nyaman bila bandara yang berlokasi di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, itu menjadi tempat banyak pesawat mendarat maupun lepas landas.

"Dalam audiensi Januari kemarin dengan PT PAS, kami minta untuk menaati regulasi, aturan, dan ketentuan. Juga memerhatikan keamanan dan kenyamanan masyarakat Pondok Cabe," kata Airin saat bertemu dengan perwakilan warga di Kantor Pemkot Tangerang Selatan, Selasa (9/2/2016).

Airin mengulang kembali pernyataan PT PAS dalam audiensi. Yaitu pesawat yang beroperasi di Bandara Pondok Cabe berukuran kecil. Bunyi pesawat tak bising dan tak mengganggu kenyamanan.

Airin mengatakan akan segera memediasi pertemuan warga dengan PT PAS. Sehingga tak akan ada pihak yang merugi akibat rencana tersebut.

Sebelumnya, puluhan warga Pondok Cabe mendatangi Airin. Mereka mempertanyakan rencana PT PAS yang akan mengoperasikan Bandara Pondok Cabe sebagai bandara komersial mulai Maret 2016.

Warga menolak rencana itu. Mereka khawatir kedatangan dan keberangkatan banyak pesawat komersil akan mengganggu keamanan serta kenyamanan masyarakat. Sebab lokasi pesawat berlokasi di tengah-tengah pemukiman.

RRN/METRONEWS
 
Support : Creating Website | Mantika Template | Fans Page
Copyright © 2011. PT Rush Cargo Nusantara - All Rights Reserved
Template Created by BDSL Group Published by BDSLcom Template
Proudly powered by Blogger